BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Pergerakan Tanah Ciherang Sukabumi

BPBD
FOTO DOK/BPBD KAB.SUKABUMI.
diSUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com_Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan status tanggap darurat bencana pergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, berlaku selama sepekan 4  hingga 10 Februari 2021.

Bencana geologi yang diawali suara gentuman menerjang permukiman di ketinggian 930 meter dari permukaan laut itu mulai terjadi pada Minggu (13/12/20) lalu.

“Ya, status tanggap darurat sudah ditetapkan sejak tanggal 4 hingga 10 Februari,” kata Anita Mulyani Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Sabtu (07/02/21).

Penetapan status tanggap darurat ini, Anita menjelaskan seiring semakin berkembangnya kondisi pergerakan tanah setiap hari ini.

“Saat ini, retakan-retakan tanah semakin banyak, semakin melebar, dan amblesannya semakin mendalam,” jelas Anita.

Anita menuturkan, sejak masa status tanggap darurat ditetapkan, para warga banyak dibantu berbagai lembaga kemanusiaan. Hingga saat ini sudah ada 16 komunitas dengan jumlah 75 sukarelawan.

“Dalam penanganan, kami dibantu masyarakat, juga para sukarelawan, komunitas dan sejumlah unsur,” tutur Anita.

Data BPBD Kabupaten Sukabumi ada 20 unit rumah yang rusak, dengan jumlah 21 kepala keluarga, 50 jiwa.

Dari jumlah tersebut, 7 unit rumah sudah dibongkar secara mandiri. Selain itu, yang terancam 170 unit yang dihuni 383 jiwa yang dihuni 118 kepala keluarga.**

-
Artikel sebelumyaDirgahayu Partai Gerindra ke-13, Heri Gunawan Ajak Rakyat Perkuat Diri Membangun Negeri
Artikel berikutnyaBendung Katulampa Siaga II, Warga DKI Jakarta Diminta Waspada