Sukabumi Jadi Closed Loops Cabai, Kemenko RI dan 14 Institusi Tandatangani MoU Project

126
Sukabumi
SUKABUMI,banten.indeksnews.com_ Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi salah satu wilayah project closed loops cabai dari Kemenko Bidang Perekonomian Bidang Perekonomian RI, Senin (08/02/21).

Informasi yang dihimpun melalui Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Bidang Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti mengatakan, ada sebanyak 14 institusi yang ikut menandatangani MoU Project Closed Loops Cabai di antaranya, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kadin, hingga kelompok tani.

“Dalam nota kesepahaman yang dibuat, ada luang lingkup yang akan disepakati bersama. Mulai penyediaan bibit, pupuk, pendampingan, dan sebagainya,” beber Yuli Sri Wilanti.

Sri Wilanti menegaskan, dalam kemitraan closed loops cabai tersebut diyakini bisa berjalan dari hulu sampai hilir, atau secara detail dari produksi hingga pemasaran.

“Sukabumi adalah salah satu wilayah yang dinilai tingkat kesuburan untuk closed loops cabai sangat baik, semoga dengan MoU ini bisa mendorong peningkatan ekonomi ditengah pandemi covid-19, petani di Sukabumi bisa sejahtera dan berkesinambungan,” tandas Sri Wilanti.

Sukabumi
Foto : Bupati Sukabumi Marwan Hamami didampingi Kadis Pertanian Ajat Sudrajat dan Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Bidang Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti disela menandatangani MoU Project Closed Loops Cabai.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami didampingi Kadis Pertanian Ajat Sudrajat mengapresiasi langkah Kemenko Bidang Perekonomian RI yang telah memilih wilayah Sukabumi sebagai project closed loops cabai.

“Terima kasih kepada Kemenko Bidang Perekonomian RI yang telah menginisiasi sejak November 2020 lalu. Bahkan dari mulai audiensi, asesment ke kelompok tani cabai, sampai akhirnya dipilih Kabupaten Sukabumi sebagai pilot project,” ucap Marwan Hamami.

Marwan menjelaskan, program closed loops ini merupakan jembatan bagi para petani dan sekaligus pasar. Sehingga, nantinya suplai cabai dan lainya lebih bisa maksimal dan produk serta harga lebih stabil.

“Closed loops yang utama menyinergiskan rantai kelancaran nilai sektor pertanian. Mulai dari hulu hingga hilir untuk menyiptakan efisiensi yang berdaya saing dan berkeadilan. Saya yakini kedepannya program ini akan memberikan semangat, inovasi, serta kreatifitas baru, sehingga bisa mencapai peningkatan hasil bidang pertanian yang melimpah,” jelas Marwan.

BACA JUGA:  Pemkot Tangerang bagikan 104.000 bibit lele ke warga

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Ajat Sudrajat mengatakan, lahan yang digunakan untuk pilot project closed loops cabai diatas lahan seluas 1,5 hektar tersebut, berlokasi di dua desa wilayah Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

“Lokasinya nantinya di Desa Langensari dan Selaawi, disana nanti akan dikembangkan. Sejauh ini baru melibatkan enam petani yang tergabung dalam kelompok tani,” ungkap Sudrajat.

Sukabumi
Foto : Bupati Sukabumi Marwan Hamami beserta jajarannya saat vicon.

Program closed loops ini, Sudrajat menjelaskan secara garis besar petani di dua desa tersebut ialah pertanian yang maju. Di mana, proses penanaman hingga pasarnya telah mandiri dan tersedia. Project closed loops cabai dari Kemenko Bidang Perekonomian Bidang Perekonomian RI adalah penyempurnaan.

“Dari sisi petani, sudah ada alat untuk menakar kebutuhan tanaman yang sesuai hingga proses panen. Ditambah adanya jaminan pasar dan pembiayaan, petani tinggal fokus mengembangkan cabai yang dikelolanya,” jelas Sudrajat.

Pemilihan cabai sendiri, kata Sudrajat dilakukan atas dasar fluktuasi harga yang tinggi. Selain itu, penanaman di Sukabumi pun cukup bagus.

“Pendistribusiannya bekerjasama dengan pabrik sambal, dengan begitu pastikan memerlukan stok cabai melimpah untuk memenuhi kebutuhan pasar,” tandas Sudrajat.**

PicsArt 02 08 10.00.44