Aset Benny Tjokro Di Banten Di Sita Kejagung Sebanyak 566 Bidang Tanah

198
Aset Benny Tjokro Di Banten Di Sita Kejagung Sebanyak 566 Bidang Tanah
Benny Tjokrosaputro. ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com –  Aset Benny Tjokro disita Kejaksaan Agung (Kejagung) ratusan bidang tanah yang merupakan aset milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), Benny Tjokrosaputro.

Direkrut Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah mengatakan, Aset Benny Tjokro berupa tanah yang disita berada di kawasan Lebak, Banten.

Aset Benny Tjokro (Jumlah yang disita), 566 bidang tanah di daerah Maja Kabupaten Lebak, luas 194 hektare,” ucap Febrie kepada wartawan, Selasa, 8 Februari.

Febrie menyebut jika aset tanah ini sepenuhnya berkaitan dengan perkara PT Asabri. Sebab, Benny Tjokrosaputro juga terlibat dalam perkara korupsi Jiwasraya.

Bahkan, beberapa aset yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan korupsi PT Asabri juga sudah terpetakan. Hanya saja, Febrie belum mau menyampaikannya dengan alasan masih dalam proses pendalaman.

“Yang lain jangan dibuka dulu ya, masih proses,” kata dia.

Sementara untuk aset yang berada di luar negeri, pencarian masih terus dilakukan. Bahkan, untuk menemukannya Kejagung menggandeng Kementerian Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan berkoordinasi dengan negara lain.

“Dalam rangka MLA (mutula legal assistance), agar nanti bisa penjajakan,” tandas dia.

Adapun, Kejagung menetapkan delapan orang tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Dua orang di antaranya merupakan mantan Direktur Utama (Dirut).

Dua mantan Dirut PT Asabri yang ditetapkan tersangka yakni, Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Sonny Widjaja.

Sementara, untuk enam tersangka lainnya yakni BE selaku mantan direktur keuangan PT Asabri; HS selaku Direktur PT Asabri; IWS selaku Kadiv Investasi PT Asabri; LP Dirut PT Prima Jaringan; BT dan HH.

BACA JUGA:  121 perusahaan Fintech Lending dinyatakan Resmi, Berikut Daftarnya

Dalam perkara ini, para tersangka dipersangkakan dengan Pasal Primer Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Artikel sebelumyaPLN Kerahkan Sekitar 1600 Personil Pulihkan Listrik Akibat Cuaca Ekstrem di Jawa Barat
Artikel berikutnyaSambut HPN 2021, PWI dan Pemkab Sukabumi Siap Bangkit Dari Pandemi