Ecky Lamoh Diduga Dianiaya Warga, Musisi Edane Kecewa Laporan Penganiayaannya Tak Ditanggapi Polisi Bantul

548
Ecky Lamoh Diduga Dianiaya Warga, Musisi Edane Kecewa Laporan Penganiayaannya Tak Ditanggapi Polisi Bantul
Ecky Lamoh atau Alexander Theodore Lamoh ft istw
BANTUL, banten.indeksnews.com- Ecky Lamoh atau Alexander Theodore Lamoh Seorang musisi Edane atau E&E, Alexander mengungkapkan kekecewaaannya karena kasus penganiayaan yang dialaminya tidak ditanggapi polisi. Dia mengaku sudah dua kali melapor ke Polsek Jetis, namun hingga saat ini belum ada proses lanjutan.

“Saya hanya berharap keadilan,” kata Ecky Lamoh, saat ditemui di rumahnya di Jalan Mirah Delima, Dusun Blawong II, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Bantul, Senin (8/2/2021).

Ecky Lamoh sempat menjadi vokalis Edane bersama Eet Sjahrani, kini Ecky menjadi penyanyi rock solo karir. Namun band Edane masih tetap esis.

Saat ditemui di rumahnya tangan Ecky masih diperban akibat luka bekas penganiayaan. Selain itu dia juga mengaku masih merasakan pusing akibat benturan saat dianiaya pada 31 Januari 2021 lalu.

Kasus penganiayaan tersebut bermula dari adanya penebangan pohon di lahan Perumnas Trimulyo sekitar tempat dia tinggal dan di lahan Sultan Ground (SG). Alasan warga memangkas pohon itu awalnya diakui Ecky hanya yang bersentuhan dengan kabel listrik. Namun belakangan banyak pohon yang ditebang mulai dari pohon jati, sengon, dan akasia.

“Ada lebih dari seratus pohon yang ditebang, bahkan bisa lebih,” kata dia. Padahal pohon-pohon itu ditanam oleh para pelajar di Bantul pada 2011 lalu, termasuk salah satunya oleh sekolah SD anaknya belajar saat itu. Selain itu Ecky mengaku juga terlibat dalam penanaman pohon bersama beberapa warga lainnya.

Dia heran pohon yang tidak mengganggu jalan dan tidak mengenai kabel listrik ditebang atau bukan dipangkas dahannya. Setelah melalui penelusuran ayah dari dua anak ini mendapat informasi bahwa penebangan pohon untuk dijual dan dananya untuk pembangunan jalan sekitar perumahan, “Ini aneh pembangunan jalan kan sudah ada dananya sendiri,” ucap dia.

BACA JUGA:  Cari Tersangka Baru Asabri,  Nominee dan Staf Bentjok,  Heru dan Piter Dicecar

Ecky pun mencoba mengklarifikasi pada 31 Januari 2021 lalu kepada salah satu warga yang menebang, namun jawabannya tidak memuaskan. Tiba-tiba salah satu warga mendorongnya hingga dia dan sepeda motor yang dibawanya terguling. Kepalanyanya terbentur ke motor. Demikian tangan dan kakinya juga terluka.

Sambil berjalan sempoyongan, dia kemudian mencuci luka dan membawanyake rumah sakit untuk berobat. Sepulang dari rumah sakit dia mampir ke Polsek Jetis untuk melaporkan penganiayaan yang dialaminya.

Namun setelah ia menceritakan kronologisnya, petugas yang dia temui di Polsek menyarankan agar diselesaikan melalui Babhinkamtibmas Kalurahan Trimulyo untuk mediasi. Dia pun pulang ke rumah.

Keesokan harinya atau pada 1 Februari 2021 dia kembali mendatangi Polsek Jetis dan langsung ditemui kapolsek setempat dan kapolsek meminta petugas lain untuk melayani laporannya. Ecky mendapat saran dari kapolsek agar laporannya soal penganiayaan didahulukan, sementara laporan soal pembalakan pohon dikesampingkan dengan alasan terlalu rumit.

“Saya ceritakan semuanya kepada petugas, KTP saya juga difotokopi, tapi anehnya saya tidak di buatkan Berita Acara Pemeriksaan [BAP] hanya lisan saja,” ucap Ecky. Dia menduga arah penyelesaian polisia adalah perdamaian. Hal itu setelah dia mendapat pesan singkat melalui aplikasi Whatsapp tentang mediasi di rumah RT. Setelah itu juga ada surat dari Babinkamtibmas untuk mediasi di Kalurahan Trimulyo.

“Ini aneh. Saya lapor dua kali, saya cedera malah diupayakan damai, ini sudah merugikan saya sebagai warga negara,” ungkapnya.

Pengacara Ecky, Reza Ardhy Krisna menyatakan bukti sudah nyata, sudah dua kali kliennya lapor, namun tidak dilayani sebagaimana mestinya oleh polisi. “Kami akan adukan masalah ini ke Polda DIY supaya Polda mengetahui supaya ada tindakan yang dilakukan dalam pelayanan masyarakat seharsnya bisa melayani,” kata Reza.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Lanjutkan PPKM level 4 Dengan pokus Tingkatkan Herd Immunity

Kanit reskrim Polsek Jetis, Ipda Yuwana mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dalam kasus penganiayaan yang dialami Ecky Lamoh sehingga belum bisa bertindak lebih jauh. “Saudara Ecky datang hanya marah-marah dan menyebut dirinya dianiaya terus pergi, dan belum ada laporan tertulis,” kata Yuwana.

Namun demikian meski belum ada laporan resmi, polisi sudah mendatangi tempat kejadian perkara dan mencari informasi atas kejadian penganiayaan tersebut. Polisi mendapat informasi ada rentetan peristiwa sebelum terjadinya peristiwa penganiayaan tersebut. Salah satunya hubungan Ecky dengan warga yang tidak harmonis.

Berdasarkan keterangan warga, saat peristiwa berlangsung itu sedang kerja bakti warga di antaranya pemangkasan pohon rindang dan Ecky tidak ikut dalam kerja bakti tersebut. Dengan demikian penyelesaian yang diharapkan oleh warga adalah mediasi atau diselesaikan secara kekeluargaan.

Pihaknya membuat surat undangan mediasi melalui Babhinkamtibmas di Kalurahan Trimulyo dengan menghadirkan banyak pihak termasuk kapolsek dan lurah Trimulyo hadir. Namun Ecky tidak hadir. “Hari ini kami undang klarifikasi mengenai masalah pak Ecky tapi yang bersangkutan tidak hadir tanpa alasan,” kata Yuwana, “Kalau alasan sakit kan harusnya ada bukti atau keterangan,” tandasnya.

Artikel sebelumyaBPOM Resmi Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin untuk Lansia
Artikel berikutnyaJalan Tol Cipali Arah Jakarta Ambles, Petugas Berlakukan Contraflow