Menteri Tjahyo Kumolo Sebut Ada ASN yang Suka Nyumbang ke Organisasi Terlarang

134
Menteri Tjahyo Sebut Ada ASN yang Suka Nyumbang ke Organisasi Terlarang
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB), Tjahjo Kumolo ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Menteri Tjahyo Kumolo mengungkapkan bahwa ada aparatur sipil negara (ASN) yang suka memberikan sumbangan ke organisasi-organisasi yang dilarang pemerintah.

Hal itu diketahui berdasarkan data yang dimiliki Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Menteri Tjahyo Kumolo pun memperingatkan kepada para ASN untuk berhati-hati.

“Hati-hati kami kemarin rapat kerja dengan PPATK keluar semua data ASN yang suka nyumbang ke rekening-rekening organisasi-organisasi yang terlarang,” kata Menteri Tjahyo Kumolo dalam acara Peresmian Mal Pelayanan Publik Kabupaten Lamongan, Rabu (10/2/2021).

Dia meminta para ASN untuk tidak lagi menyumbang ke organisasi-organisasi terlarang. Ia pun menegaskan akan ada pemberian sanksi jika hal tersebut masih dilakukan.

“Kalau kemarin belum dilarang, sekarang sudah dilarang, stop. Karena saya setiap bulan pasti akan memberikan sanksi,” ujarnya

Pada kesempatan yang sama, dia juga kembali mengatakan apabila ada ASN yang terlibat masalah radikal langsung nonjob dan dilakukan pembinaan.

“Kalau terlibat masalah-masalah teror langsung kita pecat,” tuturnya.

Sebelumnya menteri dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menerbitkan Surat Edaran (SE) Bersama tentang Larangan Bagi ASN untuk Berafiliasi dengan dan/atau Mendukung Organisasi Terlarang dan/atau Organisasi Kemasyarakatan yang Dicabut Status Badan Hukumnya.

Dalam SE Bersama ini juga disebutkan organisasi terlarang dan ormas yang telah dicabut status badan hukumnya yaitu Partai Komunis Indonesia, Jamaah Islamiyah, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dan Front Pembela Islam (FPI).

BACA JUGA:  Sebut Wartawan Bodrek, Bupati Ade Yasin Panik Kinerjanya Di Sorot Insan Pers