Tiga Ruang Gelap Modus Praktek Korupsi APBD

90
Ruang
Foto Dokumentasi : Ketua LSM GAPURA RI Hakim Adonara.

Oleh : Hakim Adonara (Ketua LSM GAPURA RI).

Tiga Ruang Gelap Modus Praktek Korupsi APBD : Pertama, “Mandulnya” pengawasan legislastif dalam proses KUA PPAS menuju RKA SKPD/OPD sebagai kesempatan. Padahal kejahatan korupsi dana APBD itu sering melibatkan SKPD/OPD dalam hal ini para Kepala Dinas (Kadis) dan atau Bendahara Dinas karena ruang kerjasama SKPD dengan DPRD dinilai terbuka lebar untuk masuknya praktek-praktek terjadinya indikasi Tindak Korupsi anggaran APBD dan itupun tergantung yang paling aktif berperan SKPD/OPD-nya atau DPRD-nya.

Kedua, menggandeng pengusaha dengan imbalan vee proyek melalui persyaratan tender yang terindikasi dengan mudah “DIATUR” antara DPRD dan SKPD/OPD termasuk dengan pihak ULP-nya agar hanya bisa dimenangkan oleh perusahaan milik pengusaha tersebut.

Dengan modus operandi polanya diatur dengan menggiring pengusaha tertentu untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan Kadis/Kepala Bagian ULP atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan petugas teknis lainnya, untuk bisa langsung ke pucuk pimpinanannya.

“Sinergi dengan orang dalam di lembaga pemerintahan agar proyek itu masuk rencana prioritas, jika sudah masuk, tinggal menunggu persetujuan DPR, beres”, begitulah kira-kiranya.

Modus terakhir, bukan hanya terjadi di lingkungan eksekutif, tetapi menggiring pengusaha juga menjalin “SINERGIS” dengan anggota DPRD tertentu agar proyeknya gol, di wilayah ini, anggaran pun di “mark’ up” dari awal dengan tujuan untuk mengganti pengeluaran yang sebelumnya sudah digelontorkan pengusaha untuk mendapat proyek itu.

Dengan demikian maka oknum DPRD di banggar pun mutlak terlibat dalam perkeliruan ini, sebab perannya di sana sangat dibutuhkan untuk sebuah persetujuan.

Selanjutnya modus ini menjadi tampak rapih jika turut melibatkan para oknum-oknum unsur Aparat Penegak Hukum (APH), wartawan, LSM, dan oknum Ormas, Agar ruang gelap APBD tetap tertutup dan sebaliknya mereka selalu tampil menawan di mata publik dengan penuh semangat perjuangan (isi perut) tanpa ada secuil pun rasa berdosa.**

BACA JUGA:  Sat Narkoba Polres Sukabumi Kota, Amankan Dua Tersangka Peredaran Narkoba Sabu, Diduga Jaringan Kota dan Kabupaten