UU ITE Produk Jaman BEYE Banyak Kecaman Muat Pasal Karet, Mahfud MD Janji Mau Revisi

40
UU ITE Produk Jaman BEYE Banyak Kecaman Muat Pasal Karet, Mahfud MD Janji Mau Revisi
.Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ft stw
JAKARTA, banten.indeksnews.com – UU ITE akan direvisi .Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD berjanji akan merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik .

UU ITE produk Jaman Presiden SBY ini banyak pihak yang mengecam keberadaan UU yang dinilai memuat banyak pasal karet.

Hal itu disampaikan oleh Mahfud MD melalui akun Twitter miliknya @mohmahfudmd.”Pemerintah akan mendiskusikan inisiatif untuk merevisi UU ITE,” kata Mahfud MD, Selasa (16/2/2021).

TWITER .Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Menko Polhukam Mahfud MD
TWITER .Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD

Mahfud MD menyebut, di awal penerbitan UU tersebut pada 2007 hingga 2008 banyak pihak bersemangat dengan kehadiran UU yang menjadi aturan dunia siber pertama di Indonesia tersebut.

“Dulu pada 2007/2008 banyak yang usul dengan penuh semangat agar dibuat Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik ,” ungkap Mahfud.

Oleh karenanya, Mahfud MD berjanji akan mulai berdiskusi terkait revisi Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik.

“Jika sekarang UU tersebut dianggap tidak baik dan memuat pasal-pasal karet mari kita buat resultante baru dengan merevisi UU tersebut. Bagaimana bagiknya lah, ini kan demokrasi,” tukasnya.

Presiden Jokowi mengatakan semangat awal Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik untuk menjaga agar ruang digital Indonesia berada dalam kondisi bersih, sehat, beretika, dan produktif.

Ia meminta agar keberadaan Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik tidak menimbulkan rasa ketidakadilan.

Jokowi meminta pada Kapolri untuk meningkatkan pengawasan agar implementasi terhadap penegakan Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik tersebut dapat berjalan secara konsisten, akuntabel, dan menjamin rasa keadilan di masyarakat.

“Negara kita adalah negara hukum yang harus menjalankan hukum yang seadil-adilnya, melindungi kepentingan yang lebih luas, dan sekaligus menjamin rasa keadilan masyarakat,” ujar Jokowi saat memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan TNI dan Polri Tahun 2021 dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).

BACA JUGA:  Jepang Dinilai Partner Terdekat Indonesia, Menkeu Ajak Kanasugi Kenji Kembangkan Kendaraan Listrik

Namun, apabila keberadaan undang-undang tersebut dirasakan belum dapat memberikan rasa keadilan, Jokowi menegaskan akan meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk bersama merevisi Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik sehingga dapat menjamin rasa keadilan di masyarakat.

“Kalau Undang-Undang Informasi dan Transaski Elektronik tidak bisa memberikan rasa keadilan, ya saya akan minta kepada DPR untuk bersama-sama merevisi Undang-Undang ITE ini karena di sinilah hulunya. Terutama menghapus pasal-pasal karet yang penafsirannya bisa berbeda-beda yang mudah diinterpretasikan secara sepihak,” ucap Jokowi.