Indofood CBP Borong Saham Belanda Rp 494 Miliar di Perusahaan Produsen Chiki

225
Indofood CBP Borong Saham Belanda Rp 494 Miliar di Perusahaan Produsen Chiki
JAJARAN PT Indofood CPB Sukses Makmur Tbk (ICBP) FT ISTW
JAKARTA, banten.indeksnews.com– Indofood CBP . PT Indofood CPB Sukses Makmur Tbk (ICBP) memborong seluruh saham di PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki perusahaan asal Belanda, Fritolay Netherlands Holding BV (Fritolay). PT Indofood Fritolay Makmur atau IFL, selama ini dikenal dengan sejumlah produk makanan ringan seperti Chiki, Cheetos, Lays, dan Chitato, serta snack lainnya.

Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pembelian saham IFL milik Fritolay oleh Indofood CBP terjadi pada Rabu (17/2).

“Yaitu sebanyak 49 persen dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL dengan nilai transaksi sekitar Rp 494 miliar yang akan didanai dari kas internal Perseroan,” demikian dinyatakan Corporate Secretary PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Gideon A. Putro, Kamis (18/2).

Dengan pembelian saham ini, ICBP kini menguasai hampir seluruh atau 99,99 persen saham Indofood Fritolay Makmur (IFL). Sementara Fritolay Netherlands Holding BV yang sebelumnya berkongsi dengan ICBP di IFL, merupakan perusahaan afiliasi dari PepsiCo Inc (PepsiCo).

Dengan dilakukannya transaksi ini, maka IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo, setelah IFL menyelesaikan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk dengan merek milik PepsiCo. Masa transisi tersebut, berlangsung dalam waktu 6 bulan dari sejak tanggal transaksi.

Selain itu, Fritolay, PepsiCo dan/atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan atau mendistribusikan produk makanan ringan apa pun di Indonesia, yang bersaing dengan produk IFL selama 3 (tiga) tahun dari sejak berakhirnya masa transisi.

BACA JUGA:  Arief Wismansyah: Jangan Takut Laporkan Pungli Bansos
Artikel sebelumyaMantan PLH Sekda Dilantik Jadi PLH Bupati Sukabumi, Zaenul S Siap Lanjutkan ?
Artikel berikutnyaNasir Abbas Eks Teroris Minta Pemerintah Gencar Blokir Konten Radikalisme