APPII Aliansi Pemerhati Peduli Imagran Indonesia Sukabumi Raya Soroti Kasus Pengungkapan Dugaan TTPO di Kebonpedes Sukabumi

36
APPII Sukabumi Raya Soroti Kasus Pengungkapan Dugaan TTPO di Kebonpedes Sukabumi
SHT foto ilustrasi
SUKABUMI, banten.indeksnews.com- APPII Aliansi Pemerhati Peduli Imagran Indonesia Sukabumi Raya. Selaku pengurus Jabarrudin mengapresiasi pengungkapan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural (diduga gelap) yang ditampung di sebuah kontrakan di Kampung Ciseke, RT 01/RW 04, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sakabumi, Jawa Barat, oleh jajaran kepolisian dan pemerintah setempat, Jum’at (19/2/21) kemarin.

Dalam pengungkapan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking tersebut, salah satu pengurus APPII saudara Jabbarudin mengatakan ” kejadian ini harus dijadikan pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Daerah dan unsur terkait.”

“Kejadian ini, bagian dari dampak kesulitan ekonomi ditengah pandemi Covid-19, harus jadi skala prioritas untuk menekan angka korban ,human trafficking di Sukabumi.” Tegas Pengurus APPII.

“Saya apresiasi kepada kepolisian dan pemerintah daerah yang telah menyelamatkan para calon migran di tengah pandemi. Tapi, ini juga harus jadi perhatian semua pihak untuk memberantas praktek praktek yang dilancarkan para oknum calo yang mengambil keuntungan dari para calon pekerja migran yang pastinya diragukan legalitas prosedural,” kata Jabbarudin, Sabtu (20/2/21). Kepada media.

Lanjut Jabbarudin, mendesak pihak pemerintah dan penegakan hukum untuk bisa mengungkap dugaan TPPO atau human trafficking yang diyakini, masih banyak oknum-oknum dibelakang pengungkapan calon PMI non-prosedur.

“Saya yakin pihak terkait dan hukum sedang mendalami jaring yang terindikasi human trafficking di Kebonpedes Sukabumi. Apalagi informasinya ada belasa diantara 3 calon itu dari luar provinsi Jawa Barat,” tegas Jabbar.

Kalau memang ada unsur-unsur yang telibat dalam pengungkapan tersebut, Jabbarudin menegaskan, harus diberikan tindakan tegas sesuai aturan yang ditetapkan.

“Semoga kejadian pengungkapan di Kebonpedes Sukabumi, mejadi kasus yang bisa dijadikan gambaran semua pihak, atas kondisi serba kesulitan ekonomi akibat virus Corona. Saye berharap, orang yang menjadi pokal atau penanggung jawab calon migran termasuk 3 orang asal NTB. Kalo terbukti masuk dalam tindak pidana maka proses sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,” tandas Jabbar.

BACA JUGA:  Mafia Tanah punya Banyak Cara Dari Manipulasi Girik Hingga Main Di Pengadilan

Diberitakan sebelumnya, Polsek Kebonpedes Polres Sukabumi Kota dan Pemerintah Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, gerebek rumah kontrakan di Kampung Ciseke, RT 01/RW 04, Desa Cikaret, Kecamatan Kebonpedesyang dipastikan penampungan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, Jum’at (19/2/21) kemarin.

Informasi yang dihimpun, pengungkapan yang berawal dari informasi masyarakat adanya rumah kontrakan yang jadi tempat transit para calon PMI, sebelum diberangkatkan ke negara tempat mereka dipekerjakan. Pihak kepolisian didampingi unsur Muspika Kebonpedes, melakukan penggerebekan dan mendapatkan tiga orang 3 wanita celon PMI asal Nusa Tenggara Barat.

“Informasi awal ada belasan calon PMI yang ada ditampung disana, tapi atas kesigapan unsur Muspika Kebonpedes, kami menyelamatkan 3 wanita yang diindikasikan bakal calon pekerja migran asal NTB,” kata Ali Iskandar Camat Kebonpedes, Sabtu (20/2/21).

Kata Ali pengungkapan yang dilakukan Pemerintah Kecamatan bersama kepolisian sebagai bentuk penyelamatan, mengingat mereka diduga merupakan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan dikirim ke sejumlah Negara di Timur Tengah.

“Mereka adalah orban, kami mengambil langkah membawa mereka untuk menyelamatkan mereka, saat ini mereka dalam kondisi shock ketakutan,” tandas Ali.