Jebolnya Tanggul Citarum, Pengungsi Butuh Bantuan Makanan dan Selimut

183
Jebolnya Tanggul Citarum, Pengungsi Butuh Bantuan Makanan dan Selimut
jebolnya tanggul Citarum PENGUNGSI 2
BEKASI, banten.indeksnews.com – Jebolnya tanggul Citarum Warga korban banjir di RW 04, Karangpatri, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, berharap dapat bantuan logistik. Mereka berharap ada donatur yang akan mengirimkan makanan hingga selimut.

“Sementara ini memang posisi lagi banjir, air sudah begitu tinggi, bahkan sampai sekarang akibat jebolnya tanggul Citarum sudah sampai melampaui jalan raya. Saya mohon bantuannya untuk para donatur baik itu bantuan dari logistik, ya maupun makanan apa selimut,” kata Ketua RT 01/RW 04, Kampung Bakung, Karangpatri, Kusaeri saat ditemui di lokasi, Minggu (21/2/2021).

Kusaeri menyebut bantuan untuk warga terdampak banjir karena Jebolnya Tanggul Citarum dari para donatur, sejatinya sudah mulai dan disalurkan. Hanya saja, banyaknya warga terdampak banjir membuat bantuan yang ada dirasa masih belum cukup.

“Kalau bantuan kurang, terus terang aja, karena warga juga banyak ya mungkin sudah ada yang makan, ada juga yang belum kebagian,” lanjutnya.

Tak hanya bantuan logistik, Kusaeri juga menyebut warganya membutuhkan bantuan tenaga kesehatan. Pasalnya, ada sejumlah warga yang sakit, namun belum mendapat penanganan medis.

“Yang sakit ada tadi saya liat ada warga saya selama ini dia belum ada penanganan nih, cuma saya juga belum ketemu lagi nih sama warga saya yang sakit dia ditaruh dimana,” jelasnya.

Sementara soal banjir yang terjadi, Kusaeri menyebut air mulai naik sekira pukul 14.00 WIB. Selang satu jam kemudian, air sudah meninggi hingga masuk ke pemukiman warga. Bahkan, ketinggian banjir di pemukiman warga itu mencapai 3 meter.

“Air naik sekitar dari jam 2 (siang) udah mulai tuh, cuma belum besar ya, pas begitu udah jam 3 (sore) atau jam 4 (sore) udah mulai masuk ke kampung, cepat air naiknya,” kata Kusaeri.

BACA JUGA:  Wahidin Halim Lantik 22 Pejabat Dinkes Provinsi Banten

Alhasil, warga terpaksa mengungsi dan mendirikan posko pengungsian sementara dengan alat seadanya untuk melewati malam. Ada beberapa warga yang menggelar karpet di pinggir jalan untuk bermalam dengan keluarganya.

“Untuk posko pengungsian sementara ini kita tempat di sini cuma nggak semua di sini kadang-kadang ada juga tuh yang di pinggir-pinggir, di rumah-rumah. Ada yg sama saudaranya,” tuturnya.

Pantauan hingga pukul 19.00 WIB, air tampak masih menggenangi banjir. Bahkan, arus air yang masuk ke pemukiman warga juga masih deras. Terlebih, aliran listrik masih belum menyala dan beberapa titik sinyal telepon seluler masih tidak ada.

Pantaun Pagi Ini 22 Februari 2021

Karawang perbatasan Bekasi dikepung banjir akibat Jebolnya tanggul sungai citarum Ft istw
Karawang perbatasan Bekasi dikepung banjir, akibat Jebolnya tanggul sungai citarum Ft istw

Kota Karawang pagi ini masih terendam air akibat jebolnya tanggul sungai Citarum, meskipun volume air tidak begitu tinggi atau hanya setinggi mata kaki. jebolnya tanggul sungai Citarum telah menggenangi sejumlah desa di karawang. aliran listrik masih padam di Karawang

Situasi kota Bekasi dan kabupaten Bekasi pagi ini masih terpantau masih tergenang air, Akibat jebolnya tanggul sungai Citarum Minggu kemarin .ribuan orang di tiga kabupaten dan kota, yakni kabupaten Bekasi, kota Bekasi dan kabupaten Karawang masih mengungsi di tempat yang aman.

Bupati Karawang mengkonfirmasi ada sekitar 34 desa di wilayahnya yang terendam banjir akibat jebolnya tanggul sungai Citarum Minggu kemarin. dinas sosial setempat telah membangun tenda pengungsian dan dapur umum di tempat yang aman dari banjir di Karawang sejak kemarin.

Beberapa wilayah di kabupaten Bekasi dan kota Bekasi Jawa barat, terendam banjir hingga saat ini, setelah jebolnya tanggul sungai Citarum Minggu siang hari tadi, karena tidak bisa menahan banyaknya debit air sungai Citarum yang meluap karena tingginya intensitas hujan di Bekasi

BACA JUGA:  Wahidin Halim Lantik 22 Pejabat Dinkes Provinsi Banten

Petugas gabungan Basarnas, polisi dan TNI hingga saat ini masih melakukan evakuasi korban banjir di beberapa desa di kabupaten Bekasi yang paling parah terdampak banjir akibat jebolnya tanggul sungai Citarum Minggu siang tadi .ratusan warga kabupaten Bekasi terpaksa mengungsi

Aliran listrik dan komunikasi di kabupaten Bekasi dan Karawang yang juga ikut menjadi korban banjir akibat jebolnya tanggul sungai Citarum Minggu siang tadi, terputus total karena adanya banjir bandang akibat jebolnya tanggul sungai Citarum Minggu siang tadi

Bupati Bekasi yang juga merupakan ketua BPBD kabupaten Bekasi mengkonfirmasi ada sekitar belasan ribu warganya yang mengungsi karena desa mereka terendam air hingga 2 meter akibat jebolnya tanggul sungai Citarum Minggu siang kemarin.