Alasan KMD Kader Muda Demokrat, Dukung Duet Moeldoko-Ibas Pimpin Demokrat

84
Alasan KMD Kader Muda Demokrat, Dukung Duet Moeldoko-Ibas Pimpin Demokrat
Ketua Umum DPP Kader Muda Demokrat Aswin Ali Nasution FT ISTW

JAKARTA, banten.indeksnews.com – Alasan KMD Kader Muda Demokrat  mendukung Jenderal Purn Moeldoko untuk memimpin Partai Demokrat sebagai Ketua Umum yang didampingi Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen).

Alasan KMD itu diusulkan meski hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut elektabilitas Moeldoko rendah di Pilpres 2024.

“Apa alasannya? alasan KMD Karena kita anggap beliau (Moeldoko) lebih egaliter, lebih humanis, memiliki strong leadership. Kepemimpinan kuat itu secara intelektualitas, kuat secara emosionalitas, dan kuat secara spritualitas,” ujar Ketua Umum DPP Kader Muda Demokrat Aswin Ali Nasution di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021).

Terkait kecilnya persentase hasil survei yang kecil, Aswin meyakini bahwa hasil survei elektabilitas itu akan berubah setelah diadakan KLB Partai Demokrat.

“Hasil survei yang keluar hari ini itu kan hasil survei sebelum kita melakukan KLB, sebelum Partai Demokrat Reborn (setelah KLB) dan melahirkan kepemimpinan serta kepengurusan baru ke depannya,” ucapnya.

“Artinya (hasil survei) tidak bisa menjadi sebuah patokan. Mungkin dengan KLB nanti hasilnya jauh lebih baik,” Aswin menambahkan.

Kemudian Aswin juga menanggapi ihwal mencuatnya nama Ibas sebagai pasangan Moeldoko. Menurut dia, Ibas telah melalui proses kaderisasi yang ada di lingkup internal partai.

“Kita melihat ada proses regenerasi yang berjalan, harus ada proses regenerasi yang berjalan di partai. Alasan kita memilih Mas Ibas (karena) telah melakukan proses kaderisasi, beliau dari bawah. Bahkan pernah bersama KMD, dan sering berdiskusi serta interaksi,” tutur dia.

Diketahui, dalam rilis yang disiarkan di YouTube Lembaga Survei Indonesia, Senin (22/2), nama Moeldoko berada di posisi terbawah terkait Pilpres 2024. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden sebagai sampel basis. Margin of error dari ukuran sampel adalah +/- 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95%.

BACA JUGA:  Gempa 6,7 Magnitudo Di Malang ,Rusak Ratusan Bangunan dan Tiga Meninggal

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Survei dilaksanakan pada 25-31 Januari 2021.

Hasil surveinya ialah:
1. Prabowo Subianto: 22,5%
2. Ganjar Pranowo: 10,6%
3. Anies Baswedan: 10,2%
4. Ahok: 7,2%
5. Sandiaga Uno: 6,9%
6. Tri Rismaharini: 5,5%
7. Ridwan Kamil: 5,0%
8. AHY: 4,8%
9. Susi Pudjiastuti: 2,3%
10. Ustadz Abdul Somad: 2,0%
11. Gatot Nurmantyo: 2,0%
12. Khofifah Indar Parawansa: 1,8%
13. Ma’ruf Amin: 1,1%
14. Mahfud Md: 0,9%
15. Hary Tanoe: 0,8 persen
16. Surya Paloh: 0,7%
17. Rizieq Shihab: 0,7%
18. Erick Thohir: 0,6%
19. Sri Mulyani: 0,5%
20. Airlangga Hartarto: 0,3%
21. Muhaimin Iskandar: 0,2%
22. Puan Maharani: 0,1%
23. Budi Gunawan: 0,1%
24. Tito Karnavian: 0,1%
25. Suharso Monoarfa: 0,1%
26. Ahmad Syaikhu: 0,1%
27. Zulkifli Hasan: 0,0%
28. Moeldoko: 0,0%
29. Grace Natalie: 0,0%
Lainnya: 2,4%
Tidak tahu/rahasia: 10,4%