LKN Lembaga Kajian Nawacita Dorong Pengembangan Baterei Listrik Lewat Dialog Nasional

95
LKN Lembaga Kajian Nawacita Dorong Pengembangan Baterei Listrik Lewat Dialog Nasional
Lembaga Kajian Nawacita ft is
JAKARTA, banten.indeksnews.com– LKN Lembaga Kajian Nawacita hari ini menyelenggarakan dialog nasional online bertema “Peluang Teknologi Nano dan Graphene dalam Aplikasi Baterei untuk Usaha Masa Depan”.

Kegiatan webinar ini menghadirkan pembicara kunci (keynote speaker) Ir Agus Tjahajana Wirakusumah (Ketua Tim Percepatan EV Baterei Nasional dan Komut PT Inalum) dan Ketua Umum LKN  Ir. Samsul Hadi.

Sedangkan narasumber yang menjadi pembicara adalah Prof. Dr. Eng. I Made Joni (Wakil Ketua III Komite Karbon Baru dan Material Maju (KBMM)  LKN, Prof. Dr. Eng. Nurul Taufiqurrahman (Ketua Masyarakat Nano Indonesia). Selaku moderator webinar ini adalah Dr. Ing. Pudji Untoro, (Ketua Komite KBMM – LKN) dan host acara Ir Lutfi Handayani MBA (Tim Humas Lembaga Kajian Nawacita).

Samsul Hadi dalam sambutannya mengakatan bahwa Lembaga Kajian Nawacita adalah organisasi yang didirikan untuk membangun SDM unggul dalam rangka menuju Indonesia maju. Di dalam Lembaga Kajian Nawacita terdapat beberapa komite, terbaru adalah Komite Karbon Baru dan Material Maju (KBMM).

“Ini sangat penting sekali adanya terobosan baru, teknologi yang bisa mendorong ke arah industri yang lebih bermanfaat untuk masyarakat,” kata Samsul.

Ketua Umum Lembaga Kajian Nawacita Samsul Hadi

Samsul mengapresiasi kegiatan webinar yang digagas oleh Komite KBMM Lembaga Kajian Nawacita ini. Dia berharap melalui webinar ini bisa diperoleh rumusan yang baku mengenai pengembangan industri baterei listrik, sehingga bisa diimplementasikan bersama investor. “Desain konsep ekonomi sirkular berbasis KBMM ini akan disampaikan ke Wantanas (Dewan Ketahanan Nasional), kita presentasi di sana,” ucap dia.

Lembaga Kajian Nawacita ft 2
Lembaga Kajian Nawacita ft 2

Potensi Besar

Sementara itu, Agus Tjahajana Wirakusumah dalam webinar ini banyak menjelaskan soal potensi pasar baterai listrik global dan peluang Indonesia menjadi raksasa dunia di industri baterai listrik.

BACA JUGA:  Joe Biden Ucapkan Selamat Ramadhan, Tegaskan Komitmen Bela Hak Umat Muslim

Menurut dia, permintaan baterei listrik di Indonesia pada 2035 diperkirakan mencapai 28 GWh, meningkat dibandingkan tahun 2025 dan 2030 yang masing-masing sebesar  2,8 GWh dan 11,2 GWh. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dari kebutuhan baterai berasal dari mobil listrik, disusul sepeda motor, electronic storage dan memenuhi pasar luar negeri.

“Kementerian BUMN melihat, ada bisnis yg akan naik 19 kali lipat dalam waktu 10 tahun, di mana baterai banyak menggunakan bahan baku yang ada di Indonesia. Baterai ini menggunakan aluminium, copper, nikel, mangan dan cobalt. Sekarang material batera ini mengerucut pada nikel, mangan dan cobalt base. Kita di Indonesia dianugerahi oleh Tuhan menjadi pemilik nikel terbesar di dunia,” kata Agus.

Sebab itu, pemerintah membentuk Tim Percepatan Electric Vehicle (EV) Baterei Nasional. Tujuan pembentukan tim ini adalah untuk membangun industri baterai nasional dari mulai konsep sampai implementasi. Ada beberapa BUMN yang terlibat dalam tim ini antara lain MIND ID, Inalum, Pertamina, dan PLN.