Usia Kandungan Bumil 40 Pekan, Ini Cara Aman dan Tidak Beresiko Saat Berhubungan Intim

119
Bumil
JAKARTA,banten.indeksnews.com_ Seorang perempuan yang sedang mengandung atau istilah umumnya ibu hamil (Bumil), Selama kurang lebih memasuki sembilan bulan, atau bahasa medis usia kehamian disebut dengan usia 1-40 pekan.

Namun dalam perjalanan masa bulan melahirkan, kerap pasangan suami istri kerap ingin menyalurkan atau melakukan hubungan badan ketika si istri (bumil), dalam kondisi hamil tua, itu bisa dilakukan akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Malasir dari grup Solo Pos, Salah seorang bidan dari Klinik Ibu dan Anak di Solo Peduli Jebres, dr Dhina, menjelaskan jika usia kehamilan bumil masih memasuki trimester pertama atau usia kehamilan antara 1-12 pekan, sebaiknya hubungan suami istri dilakukan dengan lebih berhati-hati dan dilakukan dengan irama atau rileksasi.

Pasalnya pada masa itu, plasenta belum sepenuhnya menempel. Oleh karena itu dikhawatirkan jika pasangan suami istri sering melakukan hubungan suami istri, bisa mengakibatkan keguguran.

“Sebaiknya frekuensinya hubungan intim bersama bumil dikurangi. Jika biasanya tiga kali sepekan, jadi dua atau satu kali sepekan” ungkap dia.

Terlebih, jika seseorang (ibu hamil) memiliki riwayat kandungannya pernah keguguran, harus lebih ekstra hati-hati. Bahkan jika pernah keguguran berkali-kali, terkadang dokter akan melarang suami istri itu melakukan hubungan seksual sama sekali, saat usia kehamilan memasuki trimester pertama.

“Bila pasang suami istri yang istrinya dalam keadaan hamil dan ingin mendapatkan kenikmatan seksual, bisa diganti dengan aktivitas lain. Misalnya saling berpelukan, meraba bagian sensitif dan sebagainya,” beber dia.

Secara umum, kata dia hubungan intim yang dilakukan secara rutin bisa memberi dampak baik untuk ibu dan suami. Walaupun ibu sedang hamil, bukan berarti hubungan intim harus berhenti dilakukan. Asal kondisi kehamilan cukup sehat dan kuat, serta dilakukan dengan cara yang aman, berhubungan intim yang tidak memperhatikan aturan bisa berdampak, namun jika dilaksanakan dengan terarah dan rileks justru bisa memberi banyak manfaat untuk ibu hamil.

“Berhubungan intim saat hamil masuk ke bulan ke sembilan, bisa dilakukan sejak trimester pertama sampai ketiga, sesuai dengan kenyamanan pasangan. Karena biasanya, wanita hamil mengalami penurunan gairah seksual di trimester pertama, dan merasa tidak nyaman melakukannya di trimester terakhir karena perut yang sudah sangat besar,” selorohnya.

Selain itu, ada yang perlu diperhatikan adalah hubungan intim saat hamil perlu dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak mengganggu kondisi janin. Walaupun demikian, para dokter tetap menganjurkan ibu hamil (bumil) untuk bisa melakukan berhubungan intim dengan suami secara rutin akan tetap terjadwal.

IMG 20210227 021908

Berikut adalah manfaat berhubungan intim saat usia kehamilan kurang lebih memasuki sembilan bulan, ini yang perlu diketahui oleh bumil dan suami :

1. Mempererat Hubungan Suami Istri,

Manfaat berhubungan intim saat hamil yang pertama adalah ikatan suami istri yang semakin kuat. Saat hamil, ibu cenderung lebih memerhatikan kondisi kehamilannya sehingga kemesraan dengan suami bisa berkurang. Nah, berhubungan intim bisa menjadi cara untuk meningkatkan keintiman dengan pasangan.

2. Membuat Kulit Jadi Halus,

Mungkin masih banyak yang belum tahu, namun salah satu manfaat berhubungan intim saat hamil adalah memengaruhi kecantikan. Hubungan intim bisa membuat hormon estrogen dalam tubuh ibu meningkat, sehingga dampaknya kulit ibu akan menjadi lebih halus.

BACA JUGA:  Pemkot Tangsel Terima Bantuan CSR sebanyak 320 baju hazmat, Dari ACE hardware

3. Menghilangkan Stres,

Perubahan fisik dan hormon yang terjadi saat hamil akan membuat ibu mengalami sejumlah masalah, mulai dari mual, nyeri punggung, sulit tidur, sampai mood yang sering naik turun. Enggak heran jika ibu mudah merasa stres selama masa kehamilan. Tapi ibu hamil tidak boleh stres sampai berkepanjangan, karena bisa berdampak buruk pada janin.

Nah, untuk menghilangkan stres, ibu bisa melakukan hubungan intim dengan pasangan. Sama halnya seperti memakan cokelat atau pergi berlibur, melakukan hubungan intim juga bisa memicu pelepasan hormon endorfin di dalam otak yang bermanfaat untuk menghilangkan stres dan gangguan emosional lainnya.

4.Meningkatkan Kekebalan Tubuh,

Saat melakukan hubungan intim, tubuh ibu akan melepas banyak hormon, salah satunya hormon DHEA yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Beberapa penelitian menemukan bahwa orang yang berhubungan intim secara teratur (2-3 kali seminggu) memiliki kadar antibodi yang lebih tinggi dibanding orang yang tidak rutin berhubungan intim.

5.Meningkatkan Kesehatan Jantung,

Ibu yang memilih jenis persalinan normal sangat perlu menjaga kesehatan jantungnya agar kuat saat menjalani persalinan nanti. Nah, salah satu latihan yang baik untuk jantung dan menyenangkan adalah dengan melakukan aktivitas seksual. Berhubungan intim dapat melatih kekuatan dan keseimbangan otot-otot jantung, sehingga risiko terjadinya serangan jantung dan stroke dapat dicegah.

6.Meningkatkan Rasa Percaya Diri,

Saat hamil, biasanya ibu bisa menjadi tidak percaya diri karena tubuhnya bertambah gemuk. Namun, seorang ahli terapi menyatakan bahwa berhubungan intim dapat membuat ibu hamil merasa dicintai dan diinginkan oleh pasangannya, sehingga rasa percaya diri ibu pun akan kembali meningkat.

7. Mengurangi Risiko Kanker Prostat,

Enggak hanya untuk ibu hamil, berhubungan intim juga memberi manfaat baik untuk kesehatan suami, lho. Ejakulasi secara teratur mampu membersihkan cairan dalam yang diproduksi oleh kelenjar prostat, sehingga suami bisa terhindar dari risiko terkena kanker prostat.

Agar lebih aman, bumil bisa membicarakan dulu kepada dokter kandungan mengenai tips aman berhubungan intim saat hamil. Bumil juga bisa berkonsultasi untuk bertanya seputar keamanan berhubungan intim.

Mengutip dari Mayo Clinic, janin di dalam kandungan terlindungi oleh kantung ketuban, otot rahim yang kuat, dan lendir tebal yang menutup leher rahim. Selama berhubungan seksual, penetrasi penis juga tidak menembus leher rahim sehingga tidak akan mencapai bayi.

Aktivitas seksual yang satu ini tidak akan memengaruhi kondisi sang bayi Anda, Berhubungan intim saat hamil tidak akan mengganggu atau membahayakan tumbuh kembang janin dalam kandungan. Orgasme saat seks memang dapat menyebabkan kontraksi rahim, tetapi hanya sementara dan tidak berbahaya.

“Janin tidak akan terluka ketika ibu hamil berhubungan seksual dengan pasangannya. Seks juga tidak menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Berhubungan intim saat hamil justru punya banyak manfaat psikologis dan fisik. Bahkan, teratur bercinta saat hamil dapat mengurangi risiko melahirkan prematur,” lanjut dia.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap Dalang Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektare di Alam Sutera

Terlebih, kepuasan seksual menjadi hal yang bisa menjaga hubungan anda dengan pasangan semasa kehamilan bisa semakin hangat dan akan terasa sensasi kenikmatan dari sisi kebutuhan biologis.

“Tidak sedikit pula wanita yang merasa dirinya lebih seksi dan lebih bergairah saat hamil. Bahkan, ada wanita yang baru merasakan orgasme ketika ia melakukan hubungan seks saat hamil, dan ada pasang suami yang justru melihat bumil itu lebih bergairah dan sensual,” ujar Dhina.

Namun, Ia menilai tidak semua wanita/bumil selalu ingin berhubungan intim saat hamil, maka itu jangan sekali-kali dipaksakan. Pastikan saja bahwa nda dan pasangan bisa sama-sama nyaman agar tidak sampai menyakiti satu sama lain.

Memang, perubahan gairah seks sepanjang masa kehamilan akan mengalami kemunduran, perubahan hormon tubuh saat hamil secara tidak langsung merombak gairah dan dorongan seks wanita dalam 9 bulan ke depan.

“Beberapa wanita mungkin ingin berhubungan intim saat hamil, tetapi ada juga yang tidak ingin. Mana pun yang Anda alami semuanya terbilang normal karena perubahan hormon dalam tubuh wanita hamil juga bisa mengubah hasrat seksnya,” tegasnya.

Lalu, usia kehamilan berapa minggu kah boleh berhubungan seksual? Berikut panduannya sesuai trimester kehamilan :

Di trimester pertama, Meski belum banyak terjadi perubahan fisik, tidak sedikit ibu hamil muda yang sudah mulai enggan berhubungan intim saat hamil di trimester pertama.

Awal kehamilan merupakan masa bagi wanita beradaptasi dengan berbagai perubahan besar-besaran yang dialami tubuh akibat kenaikan hormon estrogen dan progesteron.

Di trimester kedua, kenaikan hormon ini kemudian memunculkan gejala hamil muda seperti mual dan muntah, nyeri payudara, serta kelelahan yang mungkin saja membuat hasrat bercinta menurun.

“Maka itu, jika Anda malah jadi tidak berminat, tidak nyaman, atau lebih jarang bercinta saat hamil muda sebetulnya bukan masalah yang perlu dikhawatirkan. Di sisi lain, ada juga ibu hamil yang merasakan gairah seksnya justru meningkat tajam saat hamil muda di trimester pertama. Kenaikan hormon estrogen membuat sirkulasi darah lebih lancar sehingga menyebabkan organ intim jadi lebih sensitif,” sambungnya.

Setelah menurun cukup lama di sepanjang trimester awal, gairah seksual ibu hamil umumnya akan naik memasuki trimester kedua. Untuk itu, tidak ada salahnya untuk berhubungan intim saat hamil di trimester kedua.

Usia kehamilan berapa minggu boleh berhubungan?

Pada sekitar minggu ke-16 kehamilan, hormon tubuh akan mulai stabil sehingga gejala awal hamil seperti mual muntah dan badan lemas berangsur-angsur mereda.

Ibu hamil pun akan mulai berenergi kembali. Peningkatan energi tubuh secara langsung juga akan meningkatkan gairah seksual anda. di trimester kedua, jumlah cairan pelumas alami yang diproduksi vagina juga biasanya akan meningkat disertai pembengkakan klitoris dan vagina.

Ini dapat meningkatkan sensasi dan sensitivitas tubuh terhadap rangsangan sehingga tidak masalah bila berhubungan intim saat hamil.

Di trimester 3

Bolehkah berhubungan seksual saat hamil 9 bulan? Pada dasarnya, di trimester 3, kemungkinan ibu hamil mengalami kembali perubahan hormon yang akan memengaruhi gairah seksualnya. Menjelang hari-H melahirkan, Anda akan lebih sering mengalami nyeri punggung, berat badan naik drastis, dan mood juga kembali tidak menentu.

BACA JUGA:  Siti Nuraida, Kisah Gadis 16 Tahun di Pandeglang Tinggal Sebatang Kara di Rumah Nyaris Ambruk

Akibatnya, Anda mungkin jadi tidak begitu berminat bercinta saat hamil besar. Namun, tidak semuanya mengalami hal yang sama. Ada beberapa ibu hamil yang malah merasa bergairah untuk bercinta di trimester 3 dan siap untuk berhubungan intim saat hamil.

Berhubungan seksual saat hamil 9 bulan bisa memicu kontraksi untuk mempercepat persalinan. Oleh karena itu, banyak dokter menyarankan berhubungan seks untuk memicu induksi alami persalinan.

Akan tetapi ada beberapa posisi aman dan nyaman yang perlu diperhatikan saat berhubungan intim saat hamil,

Selama kehamilan Anda normal dan sehat, posisi apa saja boleh dilakukan. Asalkan posisi ini tidak menyakiti ibu dan membuat kehamilan malah jadi bermasalah.  Cobalah untuk menemukan posisi terbaik yang membuat Anda dan pasangan Anda nyaman. Berikut adalah rekomendasi 3 posisi berhubungan intim saat hamil yang nyaman :

1. Misionaris,

Berhubungan intim saat hamil dengan posisi klasik ini paling aman dilakukan di trimester satu. Namun, jika sudah hamil tua dan perut sudah sangat besar, tidak disarankan berhubungan seks dengan posisi ini. Karena ketika berbaring telentang, rahim yang membesar akan menekan pembuluh darah utama di tubuh dan mengurangi aliran darah ke bayi.

2. Woman On Top,

Posisi berhubungan intim saat hamil lainnya yang aman dilakukan adalah woman on top. Posisi ini dilakukan dengan cara pria berbaring dan ibu hamil melakukan penetrasi dari atas. Woman on top termasuk posisi berhubungan yang bagus saat hamil 5 bulan.  Pasalnya, di usia kehamilan ini, perut ibu belum terlalu besar dan nafsu seksualnya sudah kembali hadir.

Ada beberapa keuntungan memainkan posisi berhubungan intim saat hamil ini. Woman on top dapat mencegah adanya tekanan pada rahim dari penetrasi pria. Selain itu, wanita juga dapat mengendalikan seberapa dalam kedalaman penetrasi pria ke dalam vaginanya. Posisi seks woman on top juga dapat membantu menghindari tekanan berlebih terhadap kandung kemih.

3. Spooning Atau Menyamping,

Spooning merupakan posisi bercinta saat hamil yang paling aman dan tidak bikin capek kedua pasangan. Pasalnya, gaya bercinta ini memposisikan ibu hamil dan pasangannya untuk saling tidur menyamping dan melakukan penetrasi.

Posisi berhubungan intim saat hamil ini bisa dilakukan saat hamil muda atau bahkan saat perut ibu sudah besar. Ini salah satu cara berhubungan intim usia kehamilan 9 bulan yang nyaman karena ibu hamil tidak akan cepat lelah.

4. Bercinta Smbil Duduk,

Posisi berhubungan intim sambil duduk terbilang aman untuk ibu hamil. Anda bisa melakukannya di sofa atau di sandaran tempat tidur. Posisi bercinta sambil duduk bisa menjadi cara berhubungan intim di usia kehamilan 9 bulan. Caranya, posisikan pasangan pria duduk dengan kaki diluruskan dan sedikit terbuka.

Lalu, ibu hamil perlahan bisa duduk di pangkuan pasangan sambil mengatur penetrasi. Di posisi bercinta saat hamil ini, Anda yang akan mengatur kedalaman penetrasi. Komunikasi dan keterbukaan adalah kunci untuk mempertahankan atau meningkatkan kepuasan seksual selama kehamilan anda.**

PicsArt 02 27 01.53.17

PicsArt 02 27 02.00.31

PicsArt 02 27 01.07.07

IMG 20210227 012043

PicsArt 02 27 01.03.23

PicsArt 02 27 05.35.46