Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Pedagang Bringharjo, Harap Pariwisata di Yogyakarta Bangkit

63
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal Pedagang Bringharjo, Harap Pariwisata di Yogyakarta Bangkit
Jokowi nampak didampingi oleh Gubernur D.I Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X ft istw
YOGYAKARTA, banten.indeksnews.com – Jokowi meninjau proses vaksinasi COVID-19 tahap kedua di Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (1/3/2021). Bertempat di Benteng Vredeburg, vaksinasi tersebut diprioritaskan bagi para pedagang pasar di Bringharjo dan pedagang kaki lima serta karyawan toko di sepanjang Jalan Malioboro hingga alun-alun.

“Saya tadi melihat proses vaksinasi yang dilakukan untuk para pedagang di pasar Beringharjo berjalan lancar dan juga untuk para pedagang kaki lima para pelaku usaha kemudian penjaga toko karyawan di usaha-usaha yang ada di Jalan Malioboro sampai ke alun-alun juga,” ujar Jokowi dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (1/3/2021).

Jokowi mengatakan, total ada 19.900 orang pedagang pasar dan pedagang kaki lima yang mengikuti vaksinasi COVID-19 tersebut. Dia berharap, dengan dimulainya vaksinasi di Yogyakarta akan segera memulihkan perekonomian serta membangkitkan kembali pariwisata di Kota Jogja.

“Kita harapkan ini (vaksinasi COVID-19) segera diselesaikan, sehingga kita berharap ekonomi bisa pulih kembali bisa bangkit kembali, kemudian pariwisata di Yogyakarta juga bisa bergeliat kembali dan menemukan ekonomi yang ada di provinsi Yogyakarta khususnya kota Jogja,” ucapnya.

Saat meninjau vaksinasi massal tersebut, Presiden Joko widodo nampak didampingi oleh Gubernur D.I Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah meninjau sejumlah vaksinasi massal untuk para pedagang di Tanah Abang, guru, hinggaa wartawan di DKI Jakarta. Diketahui, vaksinasi COVID-19 tahap kedua menyasar kepada pelayan publik. Pemerintah sendiri menargetkan 181,5 juta penduduk Indonesia untuk divaksinasi dan dapat selesai dalam waktu satu tahun.

BACA JUGA:  Gempa Bumi Magnitudo 6,7 Guncang Malang, Lima Wilayah Ikut Merasakan Guncangan