Ibu Tiri Aniaya Bocah 6 Tahun di Sukabumi Berujung Laporan Polisi

222
Ibu Tiri Aniaya Bocah 6 Tahun di Sukabumi Berujung Laporan Polisi
penganiayaan anak ft ilustrasi
SUKABUMI, banten.indeksnews.com– Ibu Tiri Aniaya bocah perempuan asal Kabupaten Sukabumi diduga dianiaya ibu tirinya, sejumlah luka mulai dari cekikan hingga siraman air panas diderita bocah berusia 6 tahun tersebut.

Kabar ibu tiri aniaya anak tirinya tersebut mulanya tersebar di kalangan warga, pengakuan demi pengakuan mengejutkan keluar dari mulut bocah tersebut. Tidak butuh waktu lama, kabar soal itu pun tersebar di jejaring media sosial.

Dalam unggahan di media sosial yang kemudian viral ibu tiri aniaya anak tirinya foto-foto dugaan penganiayaan, dalam foto yang tersebar terlihat seorang anak duduk di ranjang rumah sakit. Bagian salah satu kaki anak itu terlihat menggunakan perban.

Kapolsek Surade, AKP Nobertus Santoso menjelaskan bahwa hal itu hanya persepsi warganet terkait bahwa ada penganiayaan seorang bocah, menanggapi kabar tersebut belum ada laporan yang masuk.

“Masih kita selidiki, memang (kabar) diramaikan oleh warganet. Kalau informasi sementara anak itu terlantar, jadi belum tentu (mengarah) ke penganiayaan. Jadi persepsi (warganet) disebut penganiayaan, yang laporan juga belum ada,” tuturnya. Selasa (2/3/2021).

Keluarga bocah perempuan yang diduga korban penganiayaan ibu tiri akhirnya melapor ke polisi. Keluarga korban tiba di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi, Selasa (2/3/2021).

Korban diantar petugas kepolisian dari Polsek Surade, didampingi Lena Marlina ibu dan Jamal, ayah kandung korban, selain itu terlihat juga perempuan yang diduga sebagai ibu tiri korban.

“Pengakuan anak saya dia luka-luka karena dicekik sampai suaranya serak tidak bisa ngomong. Saya pernah tanya ke ibu tirinya kenapa itu bisa terjadi, katanya di banjur (siram) air kopi karena tidak sengaja. Kalau memang hanya karena kopi tidak sampai begitu kan?” tutur Lina, ibu kandung korban.

BACA JUGA:  Gara Gara Pengusaha Sumbang Penanganan Covid 19 ke Kapolda SumSel, Semua Seakan Menahan Napas

Peristiwa dugaan penganiayaan itu diketahui oleh warga, setelah korban yang berusia 6 tahun itu memberikan pengakuan telah dianiaya oleh ibu tirinya. Warga kemudian melaporkan hal itu ke ketua RT dan RW setempat. Kisah soal penganiayaan oleh ibu tiri itu pun tersebar di media sosial.

Lebih lanjut, ibu kandung korban Lina menceritakan sang anak terlihat luka-luka karena sering disiksa berkali-kali.

“Oleh warga dikasih makan karena selama ini diparak (dibiarkan), tetangga juga cerita anak sering nangis tengah malam sampai pernah terdengar suara bebeledugan (benturan) tembok. Berarti anak sampai genjur (luka-luka) sering disiksa bukan hanya sekali,” cerita Lina.

“Makanya Dia (ibu tiri) ngaku ke aku tidak pernah diapa-apain, itu mah sakit merah-merah, kalau sakit kenapa tidak di bawa ke rumah sakit, malah dibiarkan. Kakinya juga sampai bengkak satu minggu, makanya saya lapor polisi supaya ada hukum setimpal,” sambungnya.

Sementara itu, Ipda Taufik Hadian Kanit PPA Polres Sukabumi membenarkan kedatangan keluarga korban ke Satreskrim. Namun menurutnya keluarga belum membuat laporan.

“Betul tapi baru mau membuat laporan, karena kami lebih dulu menunggu hasil visum korbannya,” singkat Taufik.

Artikel sebelumyaSukabumi Catat Ada 168 Warga Telah Meninggal Akibat Covid-19
Artikel berikutnyaHonda Gyro X 2021, Skuter Utilitas Roda 3