Kasus Perceraian Tinggi, Ratusan Perempuan di Purwakarta Jadi Janda

176
Kasus Perceraian Tinggi, Ratusan Perempuan di Purwakarta Jadi Janda
pengadilan agama Purwakarta ft istw
PURWAKARTA, banten.indeksnews.com – Kusus Perceraian Tinggi  di Kabupaten Purwakarta. Pasalnya, dalam kurun waktu dua bulan terakhir terjadi peningkatan.

Pengadilan Agama Purwakarta mencatat 295 perkara kasus perceraian tinggi yang terjadi pada Januari dan Februari 2021 ini. Ratusan perkara tersebut berasal dari kasus cerai talak dan cerai gugat.

“Pada bulan Januari 2021, ada 109 perkara kasus perceraian tinggi dan  yang dikabulkan, di antaranya, cerai gugat sebanyak 75 perkara dan 34 perkara Cerai talak,” ucap Kepaniteraan Muda Hukum Pengadilan Agama Purwakarta, Hj. Neneng Kesih saat ditemui di Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta, pada Rabu (3/3/2021).

Ia menambahkan, sementara pada Bulan Februari 2021, Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta mengabulkan 186 perkara perceraian yang terdiri dari 149 perkara cerai gugat dan 37 perkara cerai talak.

“Perkara cerai gugat lebih banyak dilakukan pihak pasangan perempuan dibandingkan kasus cerai talak. Faktor yang mendominasi dari kasus gugatan tersebut disebabkan pertengkaran terus menerus dan meninggalkan salah satu pihak,” ucap wanita yang akrab disapa Kesih itu.

Tak hanya itu, Ia menambahkan, faktor ekonomi yang dikarenakan suami tidak menafkahi istri. Penghasilan suami lebih kecil dari istri hingga permasalahan rumah tangga yang berujung perceraian.

“Mungkin sedikit-banyak ada korelasinya dengan pandemi Covid-19. Yang dulunya bekerja, produktif sejak pandemi jadi kurang produktif secara ekonomi, dulunya bekerja sekarang tidak, banyak di rumah, yang berdagang jualannya kurang untung karena daya beli masyarakat turun,” terangnya.

Dijelaskan Kesih, dalam sidang pertama perceraian, pihaknya berkewajiban melakukan mediasi, namun memang 99 persen dilakukan mediasi. Para pasutri yang mengajukan perceraian sudah bulat ingin bercerai.

“Itu harus dan upaya dari Pengadilan Agama untuk mediasi, namun sejauh ini mereka tekadnya sudah bulat untuk bercerai sehingga sulit untuk menyatukan mereka kembali. Tapi ada juga yang mencabut perkara perceraiannya sehingga mereka rujuk kembali,” tutur Kesih.

BACA JUGA:  Polda Banten Sita 24.000 obat-obatan daftar G saat Patroli PPKM
Artikel sebelumyaSri Mulyani: Kecam Pegawai Dirjen Pajak, Dugaan Suap Ini Jelas Penghianatan
Artikel berikutnyaRatusan ASN Kota Sukabumi, Ikuti Vaksinasi Covid – 19