Bersihkan Telinga Dengan Cotton Bad, Ini Sisi Bahaya Yang Harus Diperhatikan

91
Telinga
Foto Ilustrasi.
SUKABUMI,banten.indeksnews.com_
Telinga adalah indera pendengaran yang merupakan bagian tubuh penting bagi manusia. Melalui telinga manusia dapat mendengar suara dengan jelas.

Namun, berbicara mengenai kebersihan telinga, masih banyak orang yang mempertanyakan tentang cara-cara membersihkan telinga dengan baik dan benar.

Informasi yang dihimpun, sejumlah orang bila membersihkan telinga dengan menggunakan penyeka kapas (korek kuping) atau lebih dikenal dengan nama Cotton Bud.

Pasalnya, penggunaan Cotton Bud untuk membersihkan telinga sendiri dinilai aman karena bahannya yang lembut. Dalam sebuah studi, diungkapkan jika sebanyak 68 persen orang menggunakan Cotton Bud untuk membersihkan telinga. Meski dinilai baik untuk membersihkan telinga bagian luar, penggunaan benda satu ini (Cotton Bad-red) tidak begitu baik untuk telinga bagian dalam.

Telinga
Foto Ilustrasi Cotton Bad.

Seperti dilansir dari Healthline, penggunaan Cotton Bud untuk telinga bagian dalam dapat menyebabkan berbagai masalah, di antaranya :

1. Impaksi kotoran telinga ketika seseorang menggunakan Cotton Bud,

Mungkin akan membersihkan sebagian kotoran yang ada. Namun, penggunaan Cotton Bud juga berisiko mendorong kotoran tersebut semakin masuk ke dalam telinga. Hal ini berisiko terjadinya penumpukan kotoran di dalam telinga. Penumpukan ini akan berpengaruh dan menimbulkan berbagai gejala seperti :

– Muncul rasa sakit di telinga.
– Perasaan penuh di dalam telinga.
– Pendengaran yang terganggu.

2. Cedera,

Saat menggunakan Cotton Bud, seseorang rentan berisiko untuk memasukkannya terlalu jauh. Hal tersebut dapat membuat luka pada telinga.

Selain itu, penggunaan Cotton Bud ini dapat membuat gendang teling menjadi pecah. Dalam sebuah studi pada 2017, ditemukan sekitar tahun 1990 dan 2010 terdapat 73 persen telinga anak cedera akibat penggunaan Cotton Bud.

3. Infeksi,

Kotoran telinga yang masuk ke dalam akibat dorongan Cotton Bud akan menumpuk. Hal tersebut akan membuat pertumbuhan bakteri dan berpotensi menyenbabkan infeksi pada telinga. Infeksi ini dapat menyebabkan gangguan telinga pada orang tersebut.

BACA JUGA:  Pemprov Banten Rencanakan Perbaiki Tugu Pamulang 2020, Akibat Covid-19 Urung Dilaksanakan

4. Benda asing di telinga,

Pada beberapa Cotton Bud, banyak ditemukan kapas tidak menempel dengan erat pada gagangnya. Hal tersebut membuat kapas berisiko tertinggal di dalam telinga. Kapas yang tertinggal, akan menimbulkan rasa tidak nyaman serta nyeri di dalam telinga.

Selain itu, kapas yang tertinggal juga berisiko menyebabkan gangguan pendengaran. Untuk membersihkan telinga dengan aman, seseorang dapat melakukan beberapa langkah sebagai berikut :

1. Melunakkan kotoran telinga dengan
caranya, yaitu dengan menggunakan pipet dengan memberikan beberapa tetes baby oil, minyak mineral, atau gliserin ke dalam telinga. Hal tersebut dapat membantu melunakkan kotoran telinga hingga dapat mudah keluar.

2. Mengairi telinga, setelah kotoran menjadi lunak, seseorang dapat menggunakan semprit bohlam untuk memasukkan air hanga ke dalam telinga.

3. Menguras telinga, setelah air dimasukkan, miringkan kepala ke samping dengan hati-hati. Hal ini akan membuat air mengalir dari telinga.

4. Keringkan, air yang keluar akan membawa kotoran telinga. Setelah itu, keringkan bagian luar telinga dengan handuk bersih.

Akan tetapi, orang yang mengalami infeksi telinga diusahakan untuk menghindari cara sebagai berikut :

Usahakan untuk menghubungi dokter jika sudah terjadi infeksi agar mendapat penanganan. Biasanya, dokter akan memberikan obat serta saran untuk melakukan sedot kotoran telinga dengan alat kedokteran.

Usahakan juga untuk menghindari alat penghisap kotoran yang dijual bebas. Apalagi tidak mendapat saran dari dokter spesialis telinga.**

iklan dprd 681x342 1

iklan 1

PicsArt 03 01 06.45.01