9 Bagian Yang Harus Dihindari Istri Untuk Menjaga Pernikahan Anda Dari Keretakan

104
Bagian
SUKABUMI,banten.indeksnews.com_ Salah satu bagian terbaik dan damai dari sebuah pernikahan adalah perasaan sangat nyaman dan hormat terhadap suami. Kenyamanan yang dapat membuat Anda melakukan dan mengatakan apa saja dengan dasar iklas berbagi suka dan duka dengan kejujuran dan iklas.

Namun jika terlalu naif dalam menilai kejujuran yang anda (istri) ucapkan justru dapat menyakiti hati suami dan malah menimbulkan bagian dari jalan munculnya konflik. Ya, kadang ada alasan logis bagi anda untuk mendiskusikan hal-hal tertentu yang bersifat sensitif.

Dilansir dari womansday.com, apapun bagian persoalan di dalam hubungan pesangan suami dan istri, kadang jika disampaikan dengan bebas tanpa dasar pertimbangan apa pun, malah akan menimbulkan masalah baru bagi anda dan suami.

Seperti bagian yang disampaikan seorang Psychotherapist, “Berbicaralah dengan lembut tanpa nada tinggi yang bisa menyakiti perasaan suami, penyampaian dengan lembut dan baik adalah kemampuan yang harus dipelajari oleh setiap pasangan. Dunia luar sudah dipenuhi dengan tindakan maupun ucapan yang negatif, jangan sampai anda merasakan hal yang sama tentang tata etik berkomunikasi dalam rumah tangga anda,”.

Berikut sembilan pernyataan yang sebaiknya tidak pernah anda ucapkan pada suami.

1. Ya, saya mengalami orgasme, padahal tidak.

Tidak ada yang menganjurkan orang untuk berbohong, apalagi saat bicara tentang histori hubungan intim dengan suami. Saat anda berpura-pura sangat menikmati hubungan suami istri, mungkin anda berpikir sedang menghibur suami. Padahal anda sedang memberi jarak pada suami dengan kata tidak jujur. Sebagian besar para suami tahu bahwa anda sedang menutupi ketidak puasan dalam hal sisi intim dengan nekad menutupi seakan tidak akan terdeteksi anda sedang berbohong.

2. Kamu persis seperti ayahmu/lelaki sama saja,

Perkataan ini menunjukkan bahwa anda menganggap remeh suami anda. Suami akan merasa semua karakter negatif dari keluarganya menurun kepadanya. Anda mungkin tidak tahu sifat jelek apa yang dimiliki oleh ayah mertua anda, maka itu jangan samakan suami dengan siapa pun dari pihak keluarganya.

BACA JUGA:  Edinson Cavani, Jadi Pemain Terbaik Dalam Pertarungan MU versus Tottenham

3. Kapan kamu mencari pekerjaan baru?/kapan penghasilan kamu bertambah,

Pertama, tanya diri sendiri mengapa anda tidak puas dengan pekerjaan suami yang sekarang. Apakah pekerjaan suami membuatnya tidak pernah punya waktu untuk keluarga?.

Apakah anda merasa suami lebih baik mencari pekerjaan lain yang lebih baik untuk kariernya dan pendapatannya?Apakah gajinya suami tidak cukup?.

Padahal suami menilai, pekerjaan adalah bagian dari tugas pokok yang harus dilaksanakan. Akan tetapi, upaya suami untuk anda berdasarkan kemampuannya menyediakan hal-hal yang dibutuhkan keluarganya.

Berhati-hatilah untuk anda dalam memperlakukan atau bertutur kata para suami anda. Agar suami tidak merasakan, bahwa dirinya telah gagal mengurus keluarga dan memberikan kebahagiaan untuk anda.

Hindari 9 perkataan dibawah ini, Agar hubungan anda dengan suami tetap harmonis dan damai :

4. Ibuku sudah pernah bilang kamu akan melakukan ini jika mendapat permasalahan atau komplik dalam ramah tangga,

Ini adalah cara yang sering istri gunakan untuk mengesahkan argumen yang mungkin mereka sadari tidak terlalu kuat dan mengarah kepembelaan diri. Kata-kata ini menunjukkan bahwa anda tidak memihak pada suami, yang paling miris ketika anda malah membela pihak lain.

Sebaiknya anda jangan membiarkan orang luar mencoba untuk masuk dalam ritme rumah tangga anda. Apalagi ucapan siapa pun mendikte anda dalam sisi negatif mengkritisi hubungan dengan suami anda.

5. Sudah biarkan saja, saya mampu berjuang dan akan kerjakan sendiri,

Hal ini bisa menyakiti perasaan suami karena dua hal. Pertama karena perkataan ini menyerang kemampuan suami sebagai kepala keluarga.

Kedua, karena suami akan merasa bahwa usahanya untuk membantu tidak berarti dan disepelekan. Jika terlalu sering mengatakan ini, suami akan merasa bahwa ia tidak pernah bisa menyenangkan dan membahagiakan hati anda.

BACA JUGA:  TIMPORA Kanwil Kemenkumham Banten Dan TIMPORA Kab. Pandeglang Sidak PLTU BANTEN 2 Labuan

6. Kamu selalu…!, atau aku tidak pernah..!,

Ini adalah dua jenis kalimat yang dianjurkan agar tidak digunakan oleh pasangan suami istri. Dua kalimat ini identik dengan sifat negatif, suami otomatis akan merasa sedang diserang dan jadi defensif. Biasanya suami kemudian akan menyebutkan kapan saja ia pernah melakukan hal-hal yang anda katakan tidak pernah dia lakukan.

7. Apa celana (pakaian) yang kamu kenakan cocok sama kamu?

Apakah anda sedang berusaha mengatakan bahwa berat badan suami naik? Kalimat di atas tidak akan menyampaikan pesan yang ingin anda sampaikan. Anda malah akan menyinggung perasaannya, padahal anda khawatir tentang kesehatannya.

8. Aduh, kita akan pergi lagi dengan dia?

Anda tak harus menyukai teman laki-laki suami anda, dan sebaiknya anda tidak berpura-pura. Tapi jangan sampai suami merasa bahwa teman-teman pilihannya adalah orang yang buruk. Ketidaksukaan Anda juga terkesan anda mengatur pertemanan suami, dan suami tidak suka diatur apalagi soal cara memilih teman.

9. Tolong jaga anak-anak ya. Tapi jangan … dan lakukan …, dan jangan lupa ..

Kaum perempuan atau ibu-ibu umumnya gelisah saat meninggalkan anak dengan suami, meskipun kadang istri memang membutuhkan bantuan suami mengurus anak.

Perilaku ini adalah kebiasaan buruk kaum istri yang menyepelekan kemampuan suami mengurus anak atau rumah. Jika anda ingin suami lebih terlibat dalam mengurus anak, anda harus lebih menunjukkan bahwa ia mengandalkan dan mempercayai suami untuk menjaga anak.**

PicsArt 03 01 06.45.01