Diskon tarif ketenagalistrikan dipangkas sebesar 50 persen pada April hingga Juni 2021. Simak selengkapnya.

206
Diskon tarif ketenagalistrikan dipangkas sebesar 50 persen pada April hingga Juni 2021. Simak selengkapnya.
Meter Listri ft Ilustrasi
JAKARTA, banten.indeksnews.com – Diskon tarif stimulus listrik untuk rumah tangga dan industri yang terdampak pandemi Covid-19 berlanjut pada kuartal II 2021, yaitu April-Juni. Namun, besaran stimulus yang dberikan pemerintah itu dipotong 50%.

Sehingga, diskon Tarif listrik yang bisa dinikmati masyarakat hanya setengahnya. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana mengatakan, kebijakan itu sudah diputuskan dalam rapat koordinasi 3 menteri pada 2 Maret lalu. Yaitu Menteri ESDM, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN.

“Dengan membaiknya perekonomian nasional, diputuskan pemberian diskon tarif untuk golongan rumah tangga, industri, dan bisnis kecil 450 VA akan diberikan 50%, tidak lagi 100%, ” kata Rida seperti dikutip dari Antara, Selasa (09/03/2021).

Rida menjelaskan pada kuartal I 2021 pemerintah telah memberikan diskon stimulus sebanyak 100 persen. Setelah merujuk data konsumsi listrik nasional yang mulai tumbuh seiring perbaikan ekonomi, maka pemerintah memangkas diskon itu sebesar 50 persen.

Pelanggan golongan rumah tangga, bisnis kecil, dan industri kecil dengan daya 450 Volt Ampere (VA) baik reguler maupun prabayar yang semula mendapat diskon 100 persen, kemudian dipangkas hanya sebesar 50 persen.

‘Pelanggan golongan rumah tangga bersubdisi berdaya 900 VA yang semula mendapat diskon 50 persen, kini diskon dikurangi sebesar 25 persen,” jelas Rida.

Menurut dia, dalam pemberian diskon tarif tenaga listrik ini, PT PLN (Persero) wajib memperhatikan besaran konsumsi energi listrik pelanggan dengan mempertimbangkan batasan maksimal jam nyala per bulan.

Pemerintah memberikan kompensasi sesuai aturan perundang-undangan terkait selisih pendapatan PLN akibat pelaksanaan diskon stimulus tersebut.

“Kami sudah menyampaikan ini kepada PLN untuk ditindaklanjuti,” ujar Rida.

Pemangkasan diskon ini, lanjut dia, untuk menghemat biaya subsidi dan stimulus ketenagalistrikan yang diberikan pemerintah. Rida menyebutkan, anggaran itu bisa dialihkan untuk program vaksinasi Covid-19 yang saat ini gencar dilakukan.

BACA JUGA:  Ahirnya, Presiden Jokowi Perpanjangan PPKM Hingga 25 Juli 2021

Dia juga menjelaskan, pada kuartal I 2021 anggaran pemerintah untuk diskon tarif ketenagalistrikan bagi 32,49 juta pelanggan penerima manfaat diproyeksikan memerlukan biaya Rp 3,79 triliun.

Adapun pada kuartal II, pelanggan listrik penerima manfaat bertambah menjadi 32,75 juta, karena kebijakan pemangkasan diskon stimulus sebesar 50 persen tersebut maka anggaran turun menjadi Rp 1,88 triliun.

Diskon stimulus ketenagalistrikan ini, kata Rida, merupakan hasil dari rapat terbatas tiga menteri yakni Menteri ESDM, Menteri Keuangan, dan Menteri BUMN yang dilakukan pada 2 Maret lalu.

“Skema pengurangan 50 persen ini sebagai tindak lanjut hasil rapat terbatas tiga menteri pada 2 Maret,” kata Rida.

Artikel sebelumyaDompet Dhuafa Hadirkan Layanan GeNose, Efektif dan Terjangkau Bagi Masyarakat
Artikel berikutnyaLKN Lembaga Kajian Nawacita memberi penghargaan kepada tokoh bangsa