Jasa Raharja Telah Berikan Santunan kepada 7 Ahli Waris Korban Kecelakaan Sumedang

209
Jasa Raharja Telah Berikan Santunan kepada 7 Ahli Waris Korban Kecelakaan Sumedang
kecelakaan bus pariwisata Sri Padma Kencana di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ft istw
JAKARTA, banten.indeksnews.com- PT Jasa Raharja telah melakukan penyerahan santunan terhadap tujuh ahli waris korban kecelakaan bus pariwisata Sri Padma Kencana di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dalam kecelakaan tersebut, sebanyak 29 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara untuk keseluruhan korban luka-luka sebanyak 37 korban telah diberikan Surat Jaminan Biaya Perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sumedang. Sehingga jumlah total korban adalah sebanyak 66 penumpang.

Direktur Operasional PT Jasa Raharja Member of Indonesia Financial Group (IFG) Amos Sampetoding menyampaikan para petugas Jasa Raharja sejak kejadian langsung bekerja mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pendataan korban.

“Sehingga sampai dengan siang ini, santunan terhadap 7 korban meninggal dunia telah dapat di serahkan kepada ahli waris melalui mekanisme transfer rekening kurang dari 24 jam setelah kejadian,” katanya, Jumat 12 Maret. Lebih lanjut, Amos berujar, Jasa Raharja menyampaikan bela sungkawa dan turut prihatin atas kejadian musibah kecelakaan yang terjadi di Sumedang tersebut.

“Kami berkomitmen akan segera menyelesaikan penyerahan santunan pada kesempatan pertama kepada para pihak ahli waris korban sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tuturnya.

“Sampai dengan Jumat pagi ini (12/3), seluruh korban meninggal dunia yang sudah teridentifikasi, Jasa Raharja sudah menyerahkan santunan kepada 26 ahli waris korban melalui mekanisme transfer ke rekening ahli waris sehingga dipastikan dana santunan diterima utuh dan tidak ada potongan apapun,” ujar Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Budi juga menyampaikan untuk seluruh korban luka-luka, telah diberikan surat jaminan dengan biaya maksimal sampai dengan Rp20 juta kepada pihak RSUD Sumedang sehingga diharapkan korban tidak perlu khawatir akan biaya dan dapat membantu mempercepat proses pemulihan akibat cedera kecelakaan.

BACA JUGA:  Polisi Lakukan Penyelidikan, Mengenai Surat Aduan Masyarakat Tentang Pungli Yang Dilakukan Sejumlah Oknum Preman Di Pondok Aren

“Setiap korban meninggal dunia memperoleh santunan sebagai bentuk perlindungan dasar pemerintah sebesar Rp50 juta sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI No. 15 Tahun 2017,” katanya.

Bus Sri Padma Kencana yang mengalami kecelakaan di Wado Sumedang pada Rabu (10/3), mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 29 orang.

Menyikapi hal tersebut Jasa Raharja langsung menindaklanjuti dengan melakukan pendataan secara pro aktif dan jemput bola untuk menyelesaikan penyerahan santunan kepada ahli waris para korban meninggal dunia pada kesempatan pertama.

Penyerahan santunan dilakukan sesegera mungkin sesuai dengan domisili dari ahli waris korban yang tersebar di wilayah Bandung dan Purwakarta.

Hal ini merupakan komitmen Jasa Raharja untuk memberikan pelayanan terbaik, mudah, cepat dan tepat sebagai wujud negara hadir bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan diharapkan dapat meringankan beban bagi keluarga korban.

Pelayanan Jasa Raharja juga didukung oleh kerja sama dari pihak keluarga korban dan juga sinergi dari instansi/lembaga mitra kerja strategis Jasa Raharja seperti kepolisian, rumah sakit, Dinas Dukcapil dan pemerintah daerah setempat.