Pemkot Tangsel Ungkap Kendala ProgramVaksinasi Covid-19

173
Pemkot Tangsel Ungkap Kendala ProgramVaksinasi Covid-19
Pemkot Tangsel dalam pemberian Vaksinasi Pada Nakes ft istw
TANGSEL, banten.indeksnews.com- Pemkot Tangsel dalam Pemberian vaksin Covid-19 , terkendala sejumlah persoalan. Saat ini, pemberian vaksin tahap dua dosis pertama di Tangsel, baru mencapai 50 persen. Sementara vaksinasi tahap satu dosis kedua bagi Tenaga Kesehatan (Nakes) juga belum 100 persen.

Sekretaris Dinas Kesehatan Pemkot Tangsel, Alin Hendarlin mengakui adanya sejumlah kendala di lapangan. Dalam menyukseskan program kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap virus corona itu.

“Baru 52 persen di Pemkot Tangsel untuk vaksinasi tahap dua bagi petugas pelayan publik. Dari 25.155 orang penerima vaksin, berarti sekitar 13 ribuan yang sudah (diberi vaksin),” katanya saat dikonfirmasi, Senin (15/3).

Dia menuturkan, program vaksinasi tahap dua dosis pertama di Kota Tangsel, saat ini baru diberikan kepada ASN, TNI/Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan guru.

Alin berharap, vaksinasi tahap dua dosis pertama di Kota Tangsel, dapat dirampungkan hingga akhir Maret 2021. Sehingga tahap pemberian vaksin selanjutnya dapat dikejar dan Herd Immunity yang ditargetkan dapat tercapai.

“Dua hari ini kita kejar, mudah-mudahan bisa kekejar,” ujarnya.

Dia mengakui, pelaksanaan vaksinasi tidak mudah dilakukan begitu saja kepada warga yang telah mendaftar atau telah hadir di lokasi pemberian vaksin.

“Hambatannya macam-macam, ada yang ditunda, ada yang mau datang dosis 2 ternyata dia kena Covid, akhirnya enggak jadi. Rata-rata ditunda, terus ada juga yang tidak datang,” jelasnya.

Alin bahkan mengakui, pemberian vaksin dosis kedua tahap pertama di Tangsel, yang mulai diberikan sejak 15 Januari 2021 kemarin, juga belum rampung.

“Tahap 1 untuk nakes belum sampai 100 persen tapi sudah di angka 90 persen lebih untuk dosis 2. Untuk dosis 1 sudah 100 persen lebih,” katanya.

BACA JUGA:  RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 5.812 Pasien Covid-19, Nyaris Penuh

Dia menerangkan, belum tuntasnya pemberian vaksin tahap pertama dosis dua itu, karena jumlah penerima vaksin yang tidak sesuai dengan jumlah Nakes yang ada.

“Ternyata masih banyak yang belum tercatat, namun karena masih ada waktu kemudian diperpanjang dan didaftarkan secara manual. Sehingga sasaran yang tercatat di pusat itu tidak berubah tetapi sasaran on the spot kita berubah,” ungkapnya.

Atas kejadian itu, Dinkes Tangsel menambah target sasaran dari sebanyak 8.901 Nakes yang disuntik menjadi 9 ribu lebih Nakes yang menerima vaksin.

“Yang dosis kedua tahap satu, belum mencapai 100 persen karena dicampur, ada nakes yang lansia juga. Sebenarnya lansia kan 28 hari, kalau yang dosis 2 yang non lansia nakes kan 14 hari. Jadi memang harus nunggu sampai 28 hari dulu baru nanti ketahuan nakes dosis duanya itu berapa termasuk nakes yang lansia,” tutup Alin.