NSI Nawacita sosial Inisiatif : Supremasi kapital

263
NSI Nawacita sosial Inisiatif : Supremasi kapital
Ir Goenardjoadi Goenawan dari NSI Nawacita sosial Inisiatif ft istw
JAKARTA,banten.indeksnews.com – NSI Nawacita .Supremasi kapital Dari pengalaman saya lalui berdiskusi dengan Orang Orang. Kebanyakan dari mereka memiliki cita cita. Nah itu kebanyakan cita cita sekarang yaitu “saya ingin menjadi Calon legislative terus calon bupati.”

NSI Nawacita menerangkan bahwa Supremasi Kapital. Sekarang ini adalah era pasca supremasi militer. Artinya ada perbedaan, zaman Orba sampai dengan 1998 anda wajib lapor ke koramil.

“Semua sendi sendi ekonomi, bisnis, politik, sosial dikomando tentara.” Jelas NSI Nawacita di Jakarta 26 Maret 2021. Kenapa sekarang berubah? Supremasi Kapital menjadi sipil latar belakangnya adalah ketika supremasi sipil masuk, dihisap darahnya oleh vampire korupsi.

Jadi era supremasi sipil sekarang ini terkena anemia, sekarang partai partai musimnya molotov, mulai molotov harun, masikucari, molotov ukuran gede itu pinangki. Molotov ciracas. Itu kecil kecilan. Yang gede nanti molotov jiwasraya. Ini efek daripada supremasi sipil.

Tapi kenyataan yang dia alami, ternyata dalam 10 tahun ini dia mengabdi di kodam. Dan ternyata Pangdam nya sekarang bergabung menjadi atasan saya.

Alhasil dia cenderung meronta. Pada saat dunia tidak menguntungkan posisi nya, dia meronta. Akibatnya dia sekarang tugas di Korem Aceh. Loh

Bayangkan perwira kodam Pindah ke korem nun jauh di mata. Apa kata dunia?
Jadi dalam menapak cita cita, kita sering lupa.

Satu lagi pesan dari teman.

“Lebih ke rasa kemanusiaan saya tidak takut sama siapapun selagi masih sama makan nasi”

Jadi dia pun meronta saat terjadi konflik. Alhasil kita sering mengalami kisah dimana kita ingin menuju cita cita akhirnya hanya menggerutu sambil meninggalkan kiblat.

Jadi caranya yang benar adalah

1. “luruskan kiblat mu”

BACA JUGA:  Fernando EMaS: AHY Jadi ketum partai saja disajikan begitu saja, tanpa ada perjuangan yang memunculkan adrenalin politik, lha Bisanya Disejajarkan Dengan Barack Obama

Jangan berpaling, jangan bergoyah. Jangan meninggalkan kiblat.

Jangan sekali sekali kita menafikan sumber pemangku kuasa. Apapun terjadi mereka adalah junjungan.

2. Masih Ingat sekutu berkuasa karena membentuk Perserikatan bangsa-bangsa. Oleh karena itu, sambil meluruskan kiblat kita bersekutu. Ini yg sering lupa

Dulu saya salesman Bodrex berpindah pindah delapan perusahaan ke Gillette (2), pindah ke Gillette di Singapura, Wings deterjen(3), Danone (4), Nivea,(5) Tjiwi Kimia,(6) Hewlett Packard(7), Lotte group(8).

Setelah bekerja sebagai manajer hingga posisi Wakil presdir saya merasakan tekanan, baik secara ekonomi (gaji), apalagi psikologis. Sepanjang kerja merasakan 4P pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pas-an. Pernapasan ngos-ngos-an.

Saya pun ganti haluan menjadi MLM dan juga pengusaha franchise. Banyak duwit tapi amblas persis istana pasir.

Menjalani perjuangan selama 30 tahun, akhirnya membawa saya Ikut organisasi, Istilahnya jadi pegiat sosial. Tanpa gaji. Ternyata disini baru bisa berkembang. Digembleng oleh boss besar, saya mengetahui peran tangan tangan kekuasaan, bisa ikut mencari keadilan ahli waris yang dizolimi. Syukur Tuhan.

Atasan-atasan saya pun begitu, Ada yang pindah-pindah, ada yang setres, bisa beruntung dikontrak sebagai komisaris sd 2024. Ada yang jadi pajangan. Semua mengalami post power outage.

Sekarang sudah setahun mendirikan organisasi NSI, baru tahu bagaimana caranya memainkan peran bersama beberapa Jendral TNI.

Ir. Goenardjoadi Goenawan. Koordinator Tim ekonomi NSI Nawacita sosial Inisiatif

 

Artikel sebelumyaPemkot Tangsel Akan Awasi Orang Asing Melalui Timpora
Artikel berikutnyaCita Citata, Dipanggil KPK Terkait Kasus Bansos Corona