Kapal Kontainer Melintang di Trusan Suez, Akibat Angin Kencang

349
Kapal Kontainer Melintang di Trusan Suez, Akibat Angin Kencang
Kapal Kontainer MV Ever Given berukuran panjang 400 meter dengan posisi melintang ft Istw 1
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Kapal kontainer raksasa MV Ever Given tersangkut di Terusan Suez, Mesir, sejak Selasa (23/3/2021). Kapal dalam posisi melintang, menutup akses kapal-kapal lain. Hingga saat ini, Jumat (26/3), kapal masih dalam posisi semula.

Evakuasi untuk Kapal Kontainer diperkirakan memakan waktu berminggu-minggu. Beberapa tugboat (kapal penarik) dikerahkan, tapi hasilnya nihil. Kapal raksasa yang tengah macet itu tak bergerak.

‘Insiden kapal kontainer melintang’ ini jadi perhatian dunia. Sebabnya, ‘kecelakaan’ ini memicu kenaikan harga minyak dunia. Lebih dari 100 kapal tak bisa melintas.

MV Ever Given berukuran panjang 400 meter atau 4 kali lapangan bola. Kapal berbobot 200 ribu ton ini bertolak dari Ningbo, China menuju Rotterdam, Belanda.

Kapal Kontainer MV Ever Given berukuran panjang 400 meter dengan posisi melintang ft istw 2
Kapal Kontainer MV Ever Given berukuran panjang 400 meter dengan posisi melintang ft istw 2

Terusan Suez adalah rute tercepat yang menghubungkan Asia-Eropa dan Asia-Amerika (east coast). Jika insiden kandasnya MV Ever Given tak segera tertangani, efek lebih buruk–tidak hanya harga minyak, dimungkinkan terjadi.

Dua hari lalu, ada kapal tanker – yang memuat sekitar 200,000 ton barang – dilaporkan stuck karna dorongan angin yg cukup kuat.

Posisi kapal tersebut memblokade jalur logistik Terusan Suez dan membuat banyak shipment lain tertunda. Banyak kapal yang kena delay.

Persoalannya, Terusan Suez ini salah satu jantung utama jalur shipping perdagangan dunia.

Dengan menghubungkan the red sea dan lautan mediterania, Terusan Suez menjadi jalur paling cepat buat kapal yang mau menembus Asia, Middle East, dan Eropa.

Rata-rata 50 kapal tanker bisa lewat situ per harinya. Bahkan kalo pas lagi padat, 12% perdagangan global shippingnya lewat disitu.

Terusan Suez menjadi jalur penting buat pengiriman minyak dan gas alam cair.

Pertanyaan selanjutnya adalah – Sampai kapan jalur itu tertutup?

BACA JUGA:  Polisi Bongkar Sindikat Jasa Surat Antigen Palsu di Merak Hanya Rp100 Ribu dengan Syarat KTP

Ketidakpastian ini membuat bottleneck – penyumbatan- jalur shipping makin panjang. Makin panjang kapal yg antri, makin banyak komoditas yang mengalami delay.

Apalagi yang bawa minyak cukup banyak. Keterlambatan kirim bisa bikin kelangkaan barang yang berimbas pada kenaikan harga.

Menurut yg dilaporkan @AP Associated Press, kerugian finansial yang ditaksir mencapai $9 Milliar dollar/ Rp. 130 trilliun per harinya. Semakin lama macetnya, semakin ugal-ugalan kerugiannya.

Sehingga pemerintah Mesir diburu waktu untuk “membebaskan” kapal yang macet tersebut secepatnya.

Artikel sebelumyaDensus 88 Mengamankan 500 buah Kotak Amal yang Disinyalir Untuk Pendanaan Teroris
Artikel berikutnyaBenyamin Davnie Pertanyakan Penetapan status zona Oranye Covid-19 untuk wilayah Tangsel Pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten