Ledakan di Gereja Katedral Makassar Berasal dari Dua Pelaku Bom Bunuh Diri

338
Ledakan di Gereja Katedral Makassar Berasal dari Dua Pelaku Bom Bunuh Diri
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono ft istw
MAKASSAR,banten.indeksnews.com – Ledakan di Gereja Katedral Polri terus menyelidiki bom yang terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral Kota Makassar, Minggu (28/3). Dipastikan ledakan berasal dari bom bunuh diri.

Diduga pelaku ledakan di Gereja Katedral Makassar berjumlah dua orang yang berboncengan sepeda motor. Bom bunuh diri menyebabkan 14 korban luka-luka. 14 orang korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Ledakan di gereja merupakan bom bunuh diri depan gereja Katedral Jalan Kajoalalido, Makassar, Sulawesi Selatan pada pukul 10.30 WITA pagi tadi disaksikan seorang warga bernama Muslimin Daeng Sibali. Muslimin Daeng Sibali mengungkapkan dirinya saat terjadi ledakan berada tak jauh dari lokasi kejadian tepatnya samping gereja yang bersampingan dengan Sekolah Yayasan Frater Makassar.

Daeng Sibali bilang saat pelaku meledakkan bom bunuh diri, ia mengira suara dentuman keras tersebut berasal dari genset Gereja Katedral tersebut meledak.

“Awalnya saya kira genset yang meledak karena suaranya keras sekali sampai bikin getar semua kaca di hotel,” akunya kepada wartawan, Minggu (28/3/2021).

Korban Ledakan Bom Bunuh Diri Jadi 14 Orang, Ada Sipil dan Satpam Gereja .Saksi Mata Ungkap Ciri-Ciri Fisik Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Diduga Perempuan.

Setelah bom tersebut meledak, kata Muslimin, ia mendekati lokasi sumber suara ledakan dan menyaksikan beberapa orang sudah berbaring di halaman gereja Katedral.

“Setelah meledak saya coba dekati lokasi suara ternyata saya liat ada orang yang sudah tidur di halaman gereja,” katanya.

Sayangnya, Muslimin menuturkan, dirinya tidak menyaksikan siapa dan berapa jumlah orang usai ledakan bom bunuh diri tersebut.

“Setelah lihat para korban langsung saya menduga ini bom. Tapi sayang saya tidak lihat langsung siapa yang ada di lokasi kejadian.” bebernya.

BACA JUGA:  Vaksinasi percepatan Agar Sekolah Tatap muka lebih aman, dilakukan oleh SMP NEGERI 21 PAMULANG TIMUR, berjalan ketat sesuai Prokes.

Dari peristiwa bom bunuh diri depan gereja Katedral pagi tadi. Sekitar 14 orang menjadi korban dan saat ini para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, jumlah pelaku bom bunuh diri diduga berjumlah dua orang dan berjenis kelamin laki-laki yang saling berboncengan menggunakan sepeda motor.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyebut, Kapolri juga langsung memerintahkan Kadensus 88 untuk ke Makassar untuk melakukan pendalaman terhadap aksi tersebut.

“Kemudian berkaitan ini kegiatan teorisme atau bukan tentunya perintah pak Kapolri siang ini Kadensus berangkat ke Makassar dan tentunya di Makassar sudah ada Korwil Densus dibantu serse Polda dan Polrestabes untuk olah TKP. Kami sudah gelar police line disana dan kami juga sudah menyisir benda apa saja sekecil apapun kami olah TKP,” ujar Argo.

Disisi lain, Argo memastikan bawah, aparat kepolisian menjamin keamanan dari keberlangsungan momentum peringatan Wafat Isa Almasih 2 April 2021 dan perayaan Paskah 4 April 2021 mendatang.

Argo menyebut, Asops Kapolri nantinya akan memberikan petunjuk ke seluruh wilayah terkait melakukan penjagaan dengan melakukan operasi rutin jajaran kepolisian di gereja-gereja.

“Tentunya ada operasi rutin kami tingkatkan dari Asops Kapolri berikan petinjuk ke wilayah terutama berkaitan kegiatan kematian tuhan dan kegiatan paskah ini bagian pengamanan yang kami lakukan, kami serentak kerjakan sama-sama kami ajak seluruh elemen masyarakat ikut amankan memelihara Kamtibmas,” ucap Argo.

“Masyarakat tetap tenang serahkan ke kepolisian untuk lidik, penyidikan dan identifikasi terkait kasus ini,” kata Argo melanjutkan.

Artikel sebelumyaMenag Yaqut Kutuk Keras Pengeboman di Depan Gereja Katedral Makassar
Artikel berikutnyaKombes Pol Edy Sumardi: Masyarakat Diimbau Tidak Sebar Video dan Foto Bom Makassar