Mabes Polri Monitor Penanganan Kasus Kekerasan Jurnalis Tempo

305
Brigjen Pol Rusdi Hartono
(Kapuspenum) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono ft istw
JAKARTA,banten.indeksnews.com– Mabes Polri memperhatikan dan monitor. Kasus kekerasan terhadap jurnalis Tempo, Nurhadi, mendapat pengawasan dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) yang memonitor langsung penanganan-nya oleh Propam Polda Jawa Timur.

Mabes Polri akan memonitor penanganan yang di lakukan Polda Jawa Timur,” kata Kepala Pusat Penerangan Masyarakat (Kapuspenum) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, kasus kekerasan yang dialami jurnalis Tempo, Nurhadi, telah dilaporkan ke Propam Polda Jawa Timur.

Laporan tersebut, lanjut dia, tengah ditangani oleh Propam Polda Jawa Timur. “Masalah sudah dan sedang ditangani oleh Propam Polda Jatim,” ujar Rusdi.

Jurnalis Tempo Nurhadi diduga dianiaya oknum aparat saat berupaya mencari konfirmasi kepada bekas Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji yang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus suap yang ditangani KPK.

Nurhadi dituduh masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan anak Angin Prayitno di Gedung Graha Samudera Bumimoro, kompleks Markas Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Surabaya, Sabtu (27/3) malam.

Meski sudah menyampaikan statusnya sebagai wartawan Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, para pengawal Angin Prayitno diduga tetap memberikan perlakuan yang mengarah penganiayaan terhadap Nurhadi.

Sejumlah pihak pun mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas tindakan kekerasan tersebut.

Selasa (30/3) kemarin, Nurhadi diwakili kuasa hukumnya membuat laporan ke Propam Mabes Polri terkait kasus dugaan kekerasan yang dialaminya.

Ade Wahyudi, kuasa hukum Nurhadi, mengatakan pihaknya melakukan pelaporan ke Propam Mabes Polri, karena pihaknya menduga pelaku penganiayaan orang-orang dari Polda Jawa Timur.

BACA JUGA:  Polresta Bogor Kota Vaksinasi Ojol di Gedung DPRD

“Sehingga saya pikir penting untuk dari Propam Mabes Polri untuk memonitoring kasus ini,” ucap Wahyudi.

Menurut Wahyudi, pelaporan yang dilayangkan di Polda Jawa Timur ada terkait tindak pidana, sedangkan ke Propam Polri adalah terkait pelanggaran etik yang dilakukan anggota Polri.

Wahyudi mengatakan pihaknya berharap Propam Polri menyelidiki lebih lanjut siapa saja anggota Polri yang terlibat dalam kasus kekerasan terhadap jurnalis itu.

“Kita belum menyebut berapa orang gitu ya, karena yang sudah rekonstruksikan sudah ada dua orang tapi kami tekankan bahwa pelaku-nya lebih dari dua orang sehingga Propam penting untuk menyelidiki,” tutur Wahyudi.

surat Pernyataan Dewan Pers ft istw
surat Pernyataan Dewan Pers ft istw

Sementara itu Surat Pernyataan Dewan Pers No. 01/P-DP/III/2021 tentang Kekerasan yang Menimpa Saudara Nurhadi Wartawan Tempo di Surabaya .Kekerasan terhadap wartawan merupakan preseden buruk bagi sistem kemerdekaan pers di negara demokrasi seperti Indonesia. Namun, sangat disayangkan hal inilah yang terjadi terhadap saudara Nurhadi, wartawan Tempo di Surabaya, Sabtu 17 Maret 2021.

Nurhadi mendapatkan perlakuan yang kasar bahkan penganiayaan setelah mengambil foto dan hendak meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji.

Pengambilan foto dan upaya konfirmasi ini dilakukan pada saat Saudara Angin melangsungkan resepsi pernikahan anaknya di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan laut (Kodiklatal) Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu 27 Maret 2021 malam.

Artikel sebelumyaUu Ruzhanul Ulum : Pasokan BBM di Jawa Barat Tak Terganggu Insiden Kebakaran
Artikel berikutnyaNasir Abas : Mereka Yang Selalu Benci Pemerintah, Mudah Direkrut Sebagai Terorisme