Densus 88 Antiteror geledah rumah seorang terduga teroris di Banyumas

246
Densus 88 Antiteror geledah rumah seorang terduga teroris di Banyumas
Rumah Terduga teroris di Banyumas
JAWA TENGAH,banten.indeksnews.com-  Densus 88 Detasemen Khusus Antiteror menggeledah rumah kontrakan seorang terduga teroris di Jalan Kenanga, RT 09/RW 02, Kelurahan Sumampir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat sore.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar lokasi kejadian, personel Densus 88 Antiteror yang dibantu Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas mendatangi rumah terduga teroris tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

Informasi yang dihimpun dari warga sekitar lokasi kejadian, personel Densus 88 Antiteror yang dibantu Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas mendatangi rumah terduga teroris tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

foto suami istri terduga teroris di banyumas
foto suami istri terduga teroris di banyumas

Kesaksian warga setempat

Penggeledahan dilakukan Jumat (2/4/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. “Saya tadi mengikuti terus (proses penggeledahan). Suaminya (kata istrinya) saat ngobrol dengan polisi sudah ditangkap di Yogya, jadi tadi hanya penggeledehan,” kata Harisun, Ketua RT 9 setempat kepada wartawan, Jumat (2/4/2021).

Harisun menyebutkan penggeledahan dilakukan tim Densus 88 yang dijaga polisi bersenjata. Beberapa warga sempat mengambil gambar aktivitas penggeledahan, lalu didatangi dan diminta menghapus.

Harisun mengatakan rumah tersebut dihuni keluarga pasangan E dan Q. Namun dia mengaku tidak mengetahui persis aktivitas E selama ini karena jarang pulang dan jarang mengikuti kegiatan RT.

“Dia di sini baru, belum ada dua tahun. Kalau kegiatan RT tidak pernah ikut. Suaminya jarang pulang, tahunya hanya jualan herbal dan buah-buahan,” ujarnya.

Bahkan Harisun mengaku belum pernah bertemu E. “Saya sendiri belum pernah ketemu, kalau istri sudah lapor (ke RT),” lanjut dia.

Anteng (37), warga setempat, juga kurang mengetahui aktivitas keluarga tersebut. Yang dia ketahui, keluarga tersebut memiliki lima anak dan berjualan herbal.

“Tidak kenal, tetangga sudah 2 tahun kontrak, tidak pernah ngobrol, tidak tahu namanya. Tahunya hanya jualan herbal, jarang keluar orangnya tertutup juga,” ujarnya.

BACA JUGA:  SNI Satgas Nawacita Indonesia: Plastik vs Kertas, Keliru Membaca Regulasi Sampah

Kapolresta Banyumas, Kombes Firman Lukmanul Hakim, tidak bersedia memberikan keterangan terkait kegiatan penggeledahan. Dia mengatakan bahwa Densus 88 hanya menghubungi untuk meminta tolong dibantu untuk olah TKP.

“Makanya saya kirim tim identifikasi, tim identifikasi bekerja atas petunjuk dari Densus, makanya yang masuk hanya tim identifikasi dan Densus. Saya dan Kasat Serse, Kasat Intel dan segala macam di luar,” kata Firman.