Abah Uci Turtusi Tokoh Ulama Besar, Yang Konon Mempunyai Dua Raga

812
Abah Uci Turtusi Tokoh Ulama Besar, Yang Konon Mempunyai Dua Raga
Abah Uci Thurtusi
KAB. TANGERANG, banten.indeknews.com- Abah Uci atau KH. Uci Turtusi adalah tokoh ulama besar yang sangat dihormati dan disegani oleh semua kalangan masyarakat, beliau sangat berjasa besar karena telah mengharumkan bangsa Indonesia terutama Kabupaten Tangerang Banten.

Dengan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada Abah Uci, hati umat islam merasa rindu untuk bertemu dan silaturahmi dengan sosok sang ulama ini, dengan kepiawaiannya menyampaikan dan mengajarkan ilmu agama dengan ikhlas, sehingga tausiyah yang disampaikan sangat jelas dan mudah dipahami oleh para jamaah.

Semua orang telah mengetahui bahwa telah nampak tentang karomah yang dimiliki oleh Abah Uci .Cilongok Tangerang Banten. Abuya KH. Uci merupakan ulama yang karismatik beliau merupakan ulama yang disegani masyarakat sehingga nama beliau pun banyak dikenal dikalangan masyarakat khususnya di daerah Banten. Bahkan ulama-ulama luar negeri pun banyak yang berdatangan ke kediaman beliau.

Dikutip dari Kanal YouTube KERAMAT WALI pada, Selasa 6 April 2021. Berikut 6 fakta karomah Abuya KH. Uci Cilongok Tangerang Banten :

KOMITMEN TINGGI ILMU AGAMA
KH. Uci Turtusi adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Istiqlaliyah yang berdiri sejak tahun 1957 M. Didirikan oleh seorang ulama besar di wilayah Kabupaten Tangerang, bernama KH. Dimiyati (almarhum). Merupakan seorang ulama yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga tradisi kepesantrenan yang saat ini juga dilanjutkan oleh putra beliau, KH. Uci Turtusi sejak sepeninggalnya di awal tahun 2001.

KETAWADHUAN YANG TINGGI
KH. Uci Turtusi berguru kepada 32 orang guru selama 32 tahun, lama mondoknya beliau di suatu tempat berbeda-beda, ada yg 3 tahun bahkan ada yg cuma 1 hari, apabila sudah banyak orang yang tahu bahwa Beliau adalah anak Abuya Dimyati Cilongok, maka Beliau akan pindah.

BACA JUGA:  Pery Rinandar: Kader Demokrat Jangan Asal Bunyi

KECURAHAN BERKAH
Suatu ketika saat beliau mondok di Abuya Yusuf Caringin. Beliau pernah ditegur dan dimarahi oleh KH. Opang, yakni adik ipar Beliau yang saat itu menjadi Lurah kobong disana. KH. Opang marah karena melihat beliau malas-malasan jarang mengaji, kemudian beliau sempat ditanya.

“Beliau tinggalnya dimana”? tanya Abah Opang
“Di Cilongok” jawab Beliau.
“Dekat dengan tempat Abuya Dimyati?” tanya Abah Opang
“Ya.. dekat” jawab beliau.
“Makanya ente jangan malu-maluin orang Cilongok, ngaji yang benar, kalau gak serius lebih baik pulang” hardik Abah Opang.
“Ya…siap” jawab Beliau.

Kemudian setelah belasan tahun dan saat KH. Opang mau menikahi adik Beliau. Sang istri belum mau naik ke panggung pelaminan sebelum ketemu abang nya yang belum sampai di rumah yaitu Abuya Uci. Dan saat itu beliau kaget ternyata santri yang sering dia marahin sewaktu mondok adalah calon kakak iparnya yakni Abuya Uci.

MURIDNYA SELALU BERTAMBAH
Abuya KH. Uci Turtusi adalah penerus ayah nya Alm KH. Dimyati yang mengajar pengajian mingguan, jamaah yang hadir setiap minggu selalu memadati Kp. Cilongok tepatnya di Pesantren, parkir mobil dan motor para jamaah sudah tidak tertampung disatu tempat, sehingga kendaraan banyak parkir ditempat yang lumayan jauh.

DI SEGANI MASYARAKAT
KH.Uci Turtusi adalah tokoh ulama besar yang sangat dihormati dan disegani oleh semua kalangan masyarakat, beliau sangat berjasa besar karena telah mengharumkan Bangsa Indonesia terutama kota Tangerang-Banten. Dengan ke istimewaan dan karomah yang diberikan Allah SWT kepada KH. Uci Turtusi.

MEMILIKI DUA RAGA
Dikisahkan saat beliau mondok di Abah Yusuf Caringin, semenjak pagi, Mang Uci mengobrol dengan Mang Hadi (Anak abuya Yusuf), segerombolan santri datang menghampiri mereka dan menegur kepada Mang Uci mengapa tidak mengajak mereka sowan kepada salah satu kiyai hikmah di Tangerang? Tapi beliau mang Uci selalu mengelak bahwa semenjak tadi pagi beliau hanya berdua saja mengobrol dengan Mang Hadi. Hal tersebut dibenarkan pula oleh Mang Hadi.

BACA JUGA:  AKBP Bronto Budiyono Sebut Bom Lontong Milik Kelompok MIT Berdaya Ledak Tinggi

Usut punya usut, ternyata segerombolan santri itu habis sowan dari Kiai Hikmah tersebut dan mengatakan bahwa baru saja seorang santri bernama Mang Uci pulang. Dan dia hanya diberi 3 iket singkong.

Mang Hadi juga ikut penasaran, sebab semenjak pagi mengobrol dengan Mang Uci tetapi 3 iket singkong itu juga ada di kamar Mang Uci. Begitulah semenjak masih muda beliau Abah KH.Uci Turtusi sudah menampakan karomahnya.

Wallahu A’lam.

Kh.Uci Turtusi Bin Kh Dimyati Bin Kh. Romli bin KH. Ahmad Khaerun Bin Raden Cimang Bin Raden Data Saen Bin Tumenggung Kamil (Wulung Cilik) Bin Pangeran Surya Bajra (Pangeran Surya Ningrat) Bin Pangeran Yuda Negara Bin Sultan MAULANA HASANUDDIN

Alfateha

 

Artikel sebelumyaAbuya KH Uci Thurtusi, Kiyai Kondang dari Kampung Cilongok Tangerang Banten
Artikel berikutnyaSri Mulyani Paparkan Tiga Elemen Penting Program JKN