Guru SD Tewas Ditembak KKB di Puncak Papua, Ini Kronologinya

307
Guru SD Tewas Ditembak KKB di Puncak Papua, Ini Kronologinya
Seorang guru SD, Oktovianus Rayo (42), tewas ditembak ft istw
PAPUA,banten.indeksnews.com –  Guru SD, Oktovianus Rayo (42), tewas ditembak. Ia ditemukan tak bernyawa di dalam kios di rumahnya, Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Peristiwa ini berlangsung pada Kamis (8/4/2021) pagi. Rayo ditembak sebanyak dua kali menggunakan senjata laras pendek dari jarak dekat. Tembakan tersebut mendarat di rusuk kanan korban.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengungkap kronologi guru SD bernama Oktovianus Rayo (43) tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Puncak.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Julukoma, Distrik Beoga Kabupaten Puncak, Kamis (8/4/2021) pagi sekira pukul 09.30 WIT. Irjen Pol Mathius D Fakhiri memastikan pelaku penembakan terhadap korban yang merupakan guru SD tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Pelaku penembakan adalah KKB,” kata Kapolda Papua.Ia menjelaskan, peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIT.Ketika itu, korban sedang berada di dalam kios miliknya.

“Korban didatangi pelaku lalu ditembak di dalam kios, bahkan diduga pelaku menembak dengan menggunakan senjata laras pendek,” ujarnya.

Kata Kapolda, korban tewas dengan dua luka tembak di bagian tubuh. Sementara rekan korban yang mengetahui kejadian itu langsung berlari ke dalam hutan untuk berlindung.

“Korban meninggal dengan dua tembakan di bagian rusuk dan perut sebelah kanan”. Rekan korban sempat dikabarkan hilang, namun berhasil ditemukan oleh warga dalam kondisi selamat,” kata Kapolda.

Aksi yang dilakukan para pelaku, tambah Kapolda merupakan aksi biadab, lantaran korban merupakan pejuang kemanusiaan yang bertanggung jawab untuk mendidik anak bangsa.

“Seharusnya tenaga pendidik dan kesehatan harus dilindungi, karena mereka adalah unjung tombak untuk membangun generasi penerus bangsa kedepan khususnya anak-anak Papua,” ujar dia.

Kelompok Sabinus Waker
Kapolda pun mengungkap bila KKB yang melakukan aksi keji tersebut merupakan pimpinan Sabinus Waker.

BACA JUGA:  Warga Green Palme Residences Tigaraksa Ikut Mensukseskan Vaksinasi Masal

“Pelaku penembakan adalah kelompok dari Sabinus Waker,” kata Irjen Pol Mathius D Fakhiri.

Mathius menjelaskan, pihaknya belum mengetahui pasti motif di balik penembakan oleh Sabinus Waker serta kelompoknya.
Dari informasi yang diperoleh, kata dia, keberadaan Sabinus di Puncak atas undangan dari Lekagak Telenggen.

“Belum tahu, yang jelas, Sabinus datang ke sana atas undangan Lekaga Telenggen, terkait dengan penyelesaian perang suku di Puncak,” ujarnya.

KKB pimpinan Sabinus Waker biasanya beraksi di Kabupaten Intan Jaya.
Kata Fakhiri, kelompok ini sedang dalam perjalanan dari Intan Jaya menuju Ilaga di Kabupaten Puncak.

“Sabinus Waker tengah menuju Ilaga atas undangan Lekagak Telenggen, kita mendapat informasi bahwa dalam perjalanan menuju Ilaga ini, dia melakukan penembakan,” bebernya.

Lekagak Telenggen adalah pimpinan KKB yang biasa beroperasi di Kabupaten Puncak.
“Kemungkinan ini dalam rangka penyelesaian perang suku,” paparnya.

Guru dan tenaga medis harus dilindungi

Fakhiri menyayangkan peristiwa penembakan yang berujung pada meninggalnya seorang guru.

Mathius menyayangkan aksi yang dilakukan kelompok tersebut, mengingat guru merupakan pekerja kemanusiaan yang tujuannya mencerdaskan anak bangsa.
“Itu aksi biadab, seharusnya guru bahkan tenaga medis wajib dilindungi karena pekerjaan mereka untuk mencerdasakan anak Papua,” ujarnya.

Mathius menambahkan, pihaknya akan menyusun perkuatan pasukan yang nantinya dikirim ke Ilaga, Puncak untuk melakukan penindakan terhadap kelompok tersebut.

“Kami akan melakukan langkah-langkah penindakan untuk penegakan hukum para pelakunya,” katanya.

Padahal, lanjutnya, sangat sulit menemukan guru yang mau mengajar di daerah pedalaman.

“Guru ini kan mendidik sumber daya manusia Papua, begitu teganya kelompok ini bisa melakukan penembakan terhadap guru yang harusnya kita lindungi,” kata Fakhiri.
Dia menyatakan, guru dan tenaga medis harus mendapat perlindungan.

BACA JUGA:  Gus Nadir Sarankan Gus Najih Minta Maaf Soal Hoaks Vaksinasi Covid-19

“Guru dan tenaga medis kita harapkan tidak boleh menerima kekerasan oleh siapa pun, sehingga saya selaku Kapolda mengutuk keras kejadian ini,” tandasnya.

Artikel sebelumyaDesiree Berikan Jawaban Tegas, Tentang Dua Apartemen Yang Diklaim Dibelikan Hotma Sitompul
Artikel berikutnyaDana Hibah 7,8 Miliar Diduga Diselewengkan, Kejari Tangsel Geledah Kantor KONI Sita 130 Dokumen dan 1 Unit Komputer