Habib Ali al-Jufri: Mereka Kriminal dan Penipu, Sindir Pendakwah Bersorban Tapi Hobi Usik Pemerintah, dan Berniat Merusak Situasi Negara

160
Habib Ali al-Jufri: Mereka Kriminal dan Penipu, Sindir Pendakwah Bersorban Tapi Hobi Usik Pemerintah, dan Berniat Merusak Situasi Negara
Habib Ali al-Jufri Ulama Arab Saud ft tangkapan layar
JAKARTA,banten.indeksnews.com– Habib Ali al-Jufri Ulama Arab Saudi menyindir pendakwah yang kerap mengenakan sorban akan tetapi hobi mengusik pemerintah saat tengah ceramah di hadapan jemaah.

Sindiran itu dilayangkan Habib Ali al-Jufri lewat video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Ali Murtadho, seperti dilihat pada Jumat 9 April 2021.

Dalam tayangan video berjudul ‘Siapa Saja yang Ganggu Pemerintah Dia Adalah Pelaku Kriminal’ tersebut tampak Habib Ali al-Jufri tengah menyampaikan isi ceramahnya di hadapan jemaah.

Sementara di sampingnya, terlihat seorang penerjemah penerjemah yang membantu Habib Ali mengartikan ucapannya.

Habib Ali  kemudian menegaskan bahwa jika ada pendakwah yang bersorban namun kerap mengusik pemerintah dan berniat merusak situasi negara maka mereka itu adalah pelaku kriminal.

“Yang memanas-manasi terhadap yayasan-yayasan, institusi-institusi, pemerintah, itu adalah pelaku kriminal. Meskipun orang tadi mengenakan imamah (sorban). Meskipun itu mengatasnamakan agama, meskipun dia mengatakan membela Islam,” ujar Habib Ali.

Bahkan, Habib Ali menilai pendakwah itu orang bodoh yang ditertawakan atau mereka adalah penipu.

“Mungkin dia itu orang bodoh yang ditertawakan, atau dia itu penipu,” tuturnya.

Ia pun mengatakan, mengusik pemerintah sama aja memantik api kehancuran. Hal itu, menurut Habib Ali, ridak sejalan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi nilai kedamaian.

“Siapapun dia, ketika ada orang yang memanas-manasi, mengusik institusi pemerintah, institusi negara, maka maknanya dia akan menghancurkan negara yang berdaulat itu. Menghancurkan negara, berarti dia akan menghancurkan lima pondasi utama yang ada di dalam agama,” jelasnya.

Adapun lima pondasi dalam agama yang ia maksud tersebut yakni agama itu sendiri, jiwa atau kehidupan, akal, harga diri, dan harta.

“Bagaimana disebutkan di kitab Imam Juwayni dan Imam Mawardi, peran agama berdaulat adalah dengan menjaga lima pondasi utama (tersebut),” ungkap Habib Ali.

BACA JUGA:  Polda Banten Siapkan 8 Pos Penyekatan di Tempat Wisata, Cegah Masyarakat Luar Banten

Habib Ali juga memastikan, sudah banyak negara yang jatuh atau hancur lantaran tak bisa menjaga lima pondasi penting tersebut.

“Dan lihat, coba perhatikan negara-negara yang sudah jatuh, coba perhatikan dari lima pondasi yang penting di dalam agama ini,” ujarnya.