Proyek Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Teknologi dan Industri 4.0 di Sukabumi, Telang Anggaran 18 Triliun

144
Proyek
Foto Ilustrasi.
SUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com-Proyek triliunan rupiah diperuntukkan untuk rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Telah diteken oleh PT Amarta Karya (Persero) atau AMKA.

Informasi yang dihimpun, wacana proyek pembangunan KEK di atas lahan seluas 888 hektare dengan anggaran kurang lebih 18 triliun ini, ramai diperbincangkan akan menyerupai kawasan perusahaan teknologi Silicon Valley Ameika, dengan nama Bukit Algoritma.

“888 hektare lahan untuk pembangunan proyek yang berlokasi di wilayah Cikidang dan Cibadak Kabupaten Sukabumi. Perseroan dipercaya sebagai mitra pembangunan adalah Bukit Algoritma,” jelas Nikolas Agung, Direktur Utama AMKA, dalam keterangan yang dilansir dari kompas.com, Jum’at (09/04/21) kemarin.

Selama tiga tahun ke depan, Nikolas mengatakan adapun total nilai proyek ini diperkirakan menghabiskan hampir 1 miliar euro atau sekitar Rp 18 triliun dalam tahap awal pembangunan.

“Dana yang akan digunakan untuk peningkatan kualitas ekonomi 4.0, peningkatan pendidikan dan penciptaan pusat riset dan development, serta meningkatkan sektor pariwisata kawasan itu,” beber Nikolas.

Untuk itu, Nikolas berharap rencana pembangunan proyek KEK Pengembangan Teknologi dan Industri 4.0 di Sukabumi tersebut, mampu meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam pertumbuhan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Sebagai salah satu alat dukung penuh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional (PEN),” papar Nikolas.

Sementara itu, Budiman Sudjatmiko Ketua Pelaksana Kiniku Bintang Raya menambahkan dan berharap Bukit Algoritma bakal menjadi pusat penelitian dan pengembangan serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

“Ini akan menjadi salah satu pusat untuk pengembangan inovasi dan teknologi tahap lanjut. Pengembangan inovasi yang dimaksud seperti kecerdasan buatan, robotik, pesawat nirawak (drone), hingga panel surya,”singkat Budiman yang juga sebagai politisi PDI-P.

Pengamat bisnis properti dari Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menilai, kalau untuk jangka panjang pastinya berprospek proyek KEK ini membutuhkan persiapan yang harus matang dengan baik. Dalam pertumbuhan prospek properti di sekitar kawasan pusat litbang memang secara bertahap dan jangka panjang akan mengalami pertumbuhan, mengingat perlunya membangun dan menyiapkan sarana infrastruktur baik untuk kawasan pusat R&D maupun untuk mendukung kawasan properti yang akan tumbuh di sekitarnya.

“Saya rasa masih cukup lama, karena pastinya harus dibangun dan mempersiapkan terlebih dahulu infrastrukturnya agar bisa berjalan dengan dengan baik. Penunjang pembangunan infrastruktur seperti fasilitas air, jalan, listrik, transportasi publik, dan fasilitas lainnya menjadi salah satu kunci untuk membangun kawasan ekonomi khusus seperti pusat R&D atau hub digital,” kata Ali.**

PSX 20210409 211835

PicsArt 04 09 11.08.28