Dana Sharing Pamsimas di Desa Sukadamai Sukabumi Disoal, Asosiasi Sigap dan Meluruskan

177
Dana Sharing
Foto Ilustrasi.
SUKABUMI,jawabarat.indeksnews.com-Sempat mencuat adanya dugaan korupsi yang disoroti salah satu media online seputarjagat.com, dalam realisasi Dana Sharing untuk Program Nasional Penyediaan Air Minum (PAMSIMAS) di Desa Sukadamai, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi bola liar ditengah masyarakat dan netizen.

Informasi yang dilansir media tersebut, bahwa Dana Sharing Pamsimas yang jelas sudah ditetapkan sesuai aturan, untuk menopang percepatan pembangunan Program Pamsimas di Desa Sukadamai. Dana Sharing diambil dari Dana Desa sekitar 10 persen dan diperuntukkan untuk menutupi kebutuhan pipa pada Program Pamsimas.

Sebelumnya, Ketua KKM Desa Sukadamai Bapak Oos dan Ibu Ela selaku Bendahara mengaku, bahwa Dana Sharing Pamsimas sekitar Rp 37.500.000 juta, tidak masuk ke rekening KKM dan KKM tidak habis pikir. Meski alasan yang di akui Kepala Desa Sukadamai Rudi Hartono, uang tersebut digunakan untuk penanganan Covid-19.

“Ya seperti itu yang kami ketahui ketika dipertanyakan KKM, bahwa Dana Sharing Pamsimas digunakan dulu untuk penanganan Covid-19,” kata dia.

Selanjutnya Sekertaris Desa Sukadamai Hendra menyampaikan, bahwa Dana Sharing Pamsimas Rp 37.500.000.- ditransfer oleh Kepala Desa (Kades) Rudi Hartono, kepada Asosiasi Pamsimas Kabupaten Sukabumi, untuk kebutuhan pembelian Pipa Paralon dan adanya Cash Back dari pembelian pipa paralon tersebut, selanjutnya dikembalikan kepada Desa Sukadamai menurut Kades.

“Menurut pak kades dana sharing sudah di transferkan ke Asosiasi Pamsimas, untuk kebutuhan pembelian pipa paralon,” kata Hendra.

Dikomfirmasi terpisah, Sekertariat/Ketua Assosiasi Pamsimas Kabupaten Sukabumi Rudi Hartono, membantah dan ingin meluruskan adanya keterangan pihak desa bahwa uang tersebut di transfer ke Asosiasi, akan tetap ke CV penyedia jasa pipa dan dipertukarkan untuk menutupi kebutuhan pipa untuk program Pamsimas.

“Dalam hal ini saya sebagai Asosiasi Pamsimas di Kabupaten Sukabumi, ingin meluruskan keterangan pihak desa bahwa uang tersebut bukan ke asosiasi, melainkan ke pihak CV,” jelas Rudi.

Rudi menilai, penjelasan narasi pihak Desa/Kades Sukadamai tersebut, membenarkan bahwa ada transfer yang tidak melalui system Sitanti atau Sipedo Desa lebih kurang sebesar Rp. 33.000.000, Setelah potong pajak dari tangan Kades Sukadamai Rudi Hartono, ke supplier pipa paralon atau CV.

“Disini pihak desa tidak dijelaskan nama perusahaannya, dan bukan kepada Asosiasi Pamsimas,” tegas Rudi.

Akan tetapi, Rudi mengungkapkan, uang yang sudah di keluarkan untuk pembelian pipa peralon, dibatalkan oleh Kades Sukadamai dan dana tersebut otomatis sudah masuk ke supplier pipa paralon tersebut. Akhirnya uang tersebut sudah dikembalikan lagi kepada Kades Sukadamai.

“Kades beralasan ada kebutuhan lain, untuk itu pihak supplier mengembalikan kembali uang tersebut kepada kades,” terang Rudi.

Sementara itu, Ahmad Hilal Ketua Komando I Laskar DPP GOIB Sukabumi Raya, berpandangan sisi keterangan yang disampaikan Kades Sukadamai dan Sekdesnya, bertolak belakang dengan keteragan Sekertaris/Ketua Assosiasi, dimana munculnya berita yang diangkat media mendapatkan komentar pro dan kontra.

“Seharusnya dalam hal keterangan dana Sharing Pamsimas di Desa Sukadamai jadi bahan motivasi untuk mengungkapkan dana desa sesuai petunjuk dan peruntukannya. Tentunya, itu sudah melalui Musdes, adapun ada pengalihan penggunaan untuk penanganan Covid, itu harus bisa dipertanggungjawabkan oleh Kades Sukadamai sendiri, dasarnya dan aturannya harus jelas, Apalagi Dana Sharing untuk Pamsimas ini sudah ada keterangan (warna) untuk sharing Pamsimas,” seloroh Ahmad Hilal.**