Gempa 6,7 Magnitudo Di Malang ,Rusak Ratusan Bangunan dan Tiga Meninggal

230
Gempa 6,7 Magnitudo Di Malang ,Rusak Ratusan Bangunan dan Tiga Meninggal
Salah Satu Rumah Sakit yang rusak Parah Akibat gempa Malang Ft istw
JAWA TIMUR, banten.indeksnews.com- Gempa 6,7 magnitudo yang mengguncang Malang, Jawa Timur, mengakibatkan sejumlah bangunan rusak parah.

Gempa 6,7 magnitudo yang terjadi pada Sabtu (10/4/2021) sekira pukul 14.00 WIB itu membuat rumah, perkantoran, hingga masjid porak-poranda. Dilihat dari postingan akun Instagram @berbagiinfo_news, bangunan rumah milik warga hancur terdampak gempa. Selain itu, terlihat pula bangunan masjid dan sebuah kantor hancur akibat gempa tersebut.

“Salah satu kerusakan akibat gempa 6,7 magnitudo di wilayah Lamongan dan Surabaya,” tulis akun Instagram @berbagiinfo_news, Sabtu (10/4/2021).

Diketahui berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa berada di 8.95 LS, 112.48 BT, 90 km barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan kedalaman 25 km.

BMKG mengimbau warga tetap tenang sore tadi. Sebab, gempa tidak berpotensi tsunami.

Dampak Gempa Sementara, Tiga Meninggal Ratusan Bangunan Rusak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sampai Sabtu (10/4) malam ini mencatat tiga jiwa melayang, 202 bangunan mengalami kerusakan, ringan, sedang dan berat akibat gempa bermagnitudo 6,7, yang terjadi siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bagyo Setiono mengatakan, dampak dari gempa yang terjadi pada Sabtu (10/4) tersebut telah merusakkan ratusan bangunan.

“Gempa tadi itu membuat kerusakan pada bangunan antara lain, 9 sekolahan, 3 Fasilitas Kesehatan (Faskes), 173 rumah warga rusak berat dan ringan, 14 tempat ibadah, dan 3 fasilitas umum lainnya,” kata pria yang akrab disapa Walet, Sabtu (10/4) malam.

Menurut Walet, selain ratusan bangunan alami kerusakan, juga ada tiga korban jiwa yang merupakan warga Kecamatan Ampelgading. Mereka ini antara lain Munadi (85) laki-laki warga Rt 12, Rw 03, Desa Wirotaman, Imam Santoso (30) laki-laki, warga Rt 31, Rw 06, Desa Sidorenggo, dan Hariyeh (80) warga Rt 01, Rw 01, Desa Taman Asri, Ampelgading.

BACA JUGA:  Windy Cantika Aisah Persembahkan Medali Pertama untuk Indonesia di Olimpiade Tokyo

“Ketiga korban itu semuanya warga Ampelgading dan meninggal akibat tertimbun reruntuhan rumah,” jelasnya.

Selain tiga orang meninggal tersebut, lanjut Walet, juga terdapat 2 orang yang mengalami luka ringan, mereka semua merupakan warga Kecamatan Ampelgading.

Sementara itu, tambah Walet, BPBD Kabupaten Malang juga memonitor evakuasi warga terdampak gempa bumi. Mereka ternyata lebih memilih untuk mengungsi ke saudara-saudara terdekatnya masing-masing.

“Karena warga sepakat mengungsi ke rumah saudara dan tetangga terdekatnya masing-masing, sekaligus dengan kebutuhan makanannya,” tuturnya.

Sebagai informasi, berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga sore ini, zona gempa selatan Malang itu merupakan kawasan aktif gempa dan sering terjadi gempa dirasakan.

Bahkan, setelah terjadi gempa bermagnitudo 6,7 di Kabupaten Malang, telah terjadi tiga kali gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan kurang dari magnitudo 4,0 yang tidak berdampak dan tidak dirasakan.

Artikel sebelumyaGempa Bumi Magnitudo 6,7 Guncang Malang, Lima Wilayah Ikut Merasakan Guncangan
Artikel berikutnyaPemotor di Lumajang Tertimpa Batu Besar Imbas Gempa Malang