Siti Nuraida, Kisah Gadis 16 Tahun di Pandeglang Tinggal Sebatang Kara di Rumah Nyaris Ambruk

479
Siti Nuraida, Kisah Gadis 16 Tahun di Pandeglang Tinggal Sebatang Kara di Rumah Nyaris Ambruk
Siti Nuraida, seorang siswi SMK swasta di Pandeglang ft istw
PANDEGLANG,banten.indeksnews.com– Siti Nuraida, seorang siswi SMK swasta di Pandeglang, Banten. Di usia yang masih cukup muda 16 tahun, Aida harus tinggal seorang diri disebuah rumah panggung nyaris hampir ambruk di pelosok tepatnya di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang.

Rumah tersebut merupakan satu-satunya tempat peninggalan keluarga Siti Nuraida. Siswi yang baru duduk di kelas X itu harus menanggung beban hidup sebatang kara tanpa didampingi orang tua.

Mulanya, gadis malang itu tinggal bersama kakak perempuannya di rumah tersebut, setelah ibunya meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya saat Siti Nuraida yang dipanggil sehari hari dengan Aida berusia dua tahun. Sementara sang ayah lebih memilih meninggalkan mereka setelah menikah lagi dengan perempuan lain.

Rumah Siti Nuraida kini sudah Di renovasi dengan Biaya Swadaya FT ISTW
Rumah Siti Nuraida kini sudah Di renovasi dengan Biaya Swadaya FT ISTW

Namun, saat Aida beranjak remaja dan sudah duduk di bangku SMP, kakak perempuannya pun memilih untuk menikah dan tinggal bersama suamimya. Saat itulah, Aida harus berjuang sendiri di sebuh rumah panggung yang reot sembari mengenyam pendidikan di sekolah hingga sekarang. Dia hidup dari uluran tangan dan bantuan dari saudara dan tetangga yang tinggal tak jauh dari rumahnya.

Kemudian, pada awal 2021 beban Aida bertambah setelah sang kakak menitipkan anaknya ke Aida karena kakak Aida harus merantau ke Jakarta setelah bercerai dengan suaminya. Sang kakak hanya mengirimkan uang sebesar Rp800 ribu per bulan. Dengan uang segitu dia harus mengatur kebutuhan hidup sehari-hari dan jajan ponakannya yang berusia 4 tahun.

Wardi Kurniawan, seorang guru di tempat Aida bersekolah mengatakan, pihaknya tidak menyangka Aida ditengah keterbatasan itu Aida harus berjuang tinggal sendiri tanpa didampingi oleh keluarganya. Sebab, yang mereka tahu Aida adalah sosok siswi yang aktif di sekolah baik dibidang akademik ataupun ektrakulikuler.

BACA JUGA:  Pemerintah Segera membuka fitur aplikasi PeduliLindungi

“Semua tidak ada yang menyangka dibalik itu dia menyimpan begitu banyak kepedihan,” kata Wardi saat dikonfirmasi, Jumat (9/4/2021).

Wardi menyampaikan, memang sebetulnya pihak sekolah telah mendapat informasi bahwa Aida tinggal sendiri di rumahnya. Namun beranggapan tinggal di rumah yang layak dan tidak mengetahui bahwa kondisi sebenarnya benar-benar memprihatinkan.

Dia bercerita, saat guru-guru melakukan sosialisasi penerimaan murid baru secara dor to dor ke rumah calon siswa-siswi. Tak sengaja mereka mampir ke rumah Aida yang kebetulan letak tempat sosialisasi berada di belakang rumah.

“kita mendapati rumahnya yang tidak layak dihuni hampir roboh yah, makanya kita inisiatif untuk galang dana untuk rehaban rumah,” katanya

Para guru dan rekan sekolah Aida bergotong royong patungan dan menggelar penggalangan dana melalui media sosasial.” Alahmdulillah dalam satu minggu banyak yang bantu,” tuturnya.

Wardi menyampaikan, saat ini dirinya bersama para guru dan warga setempat sedang bergotong royong membangunkan rumah Aida dari hasil penggalangan dana, agar dia bisa tinggal di rumah yang layak. Kini proses pembangunan sudah sampai 30 persen.

“Kita sedang melakukan penggalangan dana untuk kebutuhan sehari-hari Aida kedepan, supaya Aida punya modal usaha kecil atau usaha apapun gitu dan juga untuk biaya pembangunan ini,” katanya.

Perlu diketahui, sebelumnya berbagai media beberapa pekan terakhir ini, viral berita seorang siswi SMK di pelosok desa sekitar 75 Km dari kota Pandeglang, tinggal sendirian di rumah reyot yang hampir ambruk.

Aida memilih untuk menetap dirumah reot tersebut lantaran bangunan itu merupakan satu-satunya rumah peninggalan keluarganya. Adanya pemberitaan tersebut, ternyata menggugah Pemprov Banten dengan memberikan bantuan sebesar Rp. 20 juta. Lalu bagaimana dengan pemda Pandeglang?

BACA JUGA:  Gubernur Banten Serahkan Hadiah Sayembara Tugu Pamulang

 

Artikel sebelumyaPemkot Tangsel Terima Bantuan CSR sebanyak 320 baju hazmat, Dari ACE hardware
Artikel berikutnyaTIMPORA Kanwil Kemenkumham Banten Dan TIMPORA Kab. Pandeglang Sidak PLTU BANTEN 2 Labuan