Polisi Tangkap Dalang Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektare di Alam Sutera

69
Polisi Tangkap Dalang Kasus Mafia Tanah Seluas 45 Hektare di Alam Sutera
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus ft istw MT
KOTA TANGERANG, banten.indeksnews.com- Polisi berhasil ungkap Kasus mafia tanah seluas 45 hektare di Alam Sutera, Tangerang, akhirnya terungkap. Sebanyak dua orang dtetapkan sebagai tersangka, sementara satu lainnya masih dalam pencarian pihak kepolisian.

Kasus ini berawal pada April 2020, tersangka berinisial D melakukan gugatan ke tersangka M terkait kepemilikan tanah tersebut. Polisi menyebut cara itu salah satu trik pelaku agar dapat menguasai lahan di Alam Sutera itu.

“Tersangka D menggugat perdata si M sendiri. Ini adalah bentuk mafia mereka. Sesama mereka satu jaringan, mereka ngegugat untuk bisa menguasai tanah tersebut, untuk melawan PT TM atau warga masyarakat di situ,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Polres Metro Tangerang Kota, Jalan Daan Mogot, Tangerang, Selasa (13/4/2021).

Polisi hari ini menerbitkan DPO terhadap pelaku yang berprofesi sebagai pengacara. Petugas menuturkan sebelumnya sempat mencoba menangkap si pengacara.

Yusri mengatakan, gugatan yang dilayangkan D ke M itu telah diatur oleh keduanya, bersama salah seorang pengacara yang saat ini buron.

“Jadi dua-duanya mengatur untuk menggugat di perdata, diatur oleh mereka sendiri. Si D menggugat dengan menggunakan SK 67 menggugat si M, tapi bahan-bahan yang digugat itu sudah diatur oleh pengacaranya. Sehingga nanti jadi perkara kemudian isinya adalah dading atau perdamaian. Dijadikan satulah mereka di situ kemudian mereka mau eksekusi lahan itu bersama-sama,” jelas Yusri.

Padahal, kata Yusri, tanah seluas 45 hektare itu merupakan milik dua pihak pihak, yakni 35 hektare dimiliki oleh PT TM dan 10 hektare lainnya dimiliki oleh warga.

“Hari ini sudah kita terbitkan DPO karena kita sudah coba lakukan penangkapan kepada yang bersangkutan, kita kejar tidak ada di tempat. Sekarang kita keluarkan DPO-nya hari ini. Karena ini mafia mereka kolaborasi bersama-sama,” papar Yusri.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Instruksikan Penutupan Sementara Destinasi Wisata Hingga 30 Mei, Ditemukan Banyak Pelanggaran Prokes

Dari dua tersangka yang berhasil diamankan, polisi mengenakan keduanya dengan Pasal 263 KUHP dan 267 KUHP tentang pemalsuan dokumen. Keduanya terancam hukuman 7 tahun penjara.