Enam Mahasiswa Ini Raih Medali Emas di Rusia, Berhasil Ubah Limbah Masker Jadi Produk Gasoline”ProstyGas”

213
Enam Mahasiswa Ini Raih Medali Emas di Rusia, Berhasil Ubah Limbah Masker Jadi Produk Gasoline
Enam mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) Cepu, Jawa Tengah ft istw
JAWA TENGAH, banten.indeksnews.com –Enam mahasiswa Politeknik Energi dan Mineral Akamigas (PEM Akamigas) Cepu, Jawa Tengah, berhasil meraih medali emas dalam ajang The 24th Moscow International Salon of Invention and Innovation Technologies “Archimedes” yang dilaksanakan di Moscow, Rusia, pada 23-26 Maret 2021. Medali emas itu diraih atas inovasi mereka dalam mengolah limbah masker menjadi produk gasoline.

Enam mahasiswa PEM Akamigas peraih medali emas itu adalah Kartika Eka Sari Dewi, Niken Puspitasari, Nurman Assauri, Muhammad Dafa Alfarel, Novita Penina Djamanmona, dan Eklesia Alfrits Constantin Lapia. Meraka mendapat bimbingan dari dosen PEM Akamigas, Zami Furqon, Tim Prodi Teknik Pengolahan Migas.

Dalam ajang ini, ada 600 innovative project dari 18 negara yang ikut berkontestasi. Sementara Enam mahasiswa PEM Akamigas mengangkat tema “ProstyGas (Polypropylene-Styrene Gasoline): Conversion Disposable Mask and Styrofoam Waste Becoma Gasoline as an Alternative Fuel”.

Kartika Eka Sari Dewi mengatakan, proses inovasi sudah dilakukan timnya sejak lama, yakni mencoba mengubah limbah masker menjadi produk gasoline. “Kita mendaftar di Januari 2021. Selama kurang lebih 2 bulan, kami melakukan uji coba metode pengolahan limbah masker berbahan polipropilena dan limbah styrofoam menjadi produk gasoline,” jelas Eka.

“Alhamdulillah kami bisa mendapat gold medal, setidaknya kerja keras kami sampe menginap di laboratorium nggak sia-sia. Yang jelas awalnya nggak nyangka banget bisa dapat gold medal dengan saingannya yang dari 18 negara,” tandas Eka.

BACA JUGA:  Kabar Baik PLN Perpanjang Diskon Tarif Listrik Sampai Desember 2021
Artikel sebelumyaJazilul Fawaid Politisi PKB : Ada Tiga  Kementerian Bakal Direshuffle Jokowi
Artikel berikutnyaOmbudsman Nilai Ada kelalaian Pihak Kilang Balongan Sebelum Terjadi Kebakaran