Kemensos RI Akui Penyaluran Bansos Untuk Korban Bencana di NTT, Dinamis dan Kedepankan Transparansi

291
https://kemensos.go.id/Siaran%20Pers/28
Foto Dokumentasi Humas Kemensos RI.
JAKARTA,banten.indeksnews.com-Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos) ke berbagai lokasi bencana di penuju negeri, diakui telah mengendepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas, kendati di lapangan kerap selalu ada saja terjadi dinamis. 

Baru ini Kemensos RI merespon adanya video viral di media sosial (medsos) yang menayangkan aksi penolakan paket bantuan bagi para korban salah satu lokasi bencana banjir bandang di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasil penelusuran Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kabupaten Flores Timur Paskalis dan Koordinator Tagana Kabupaten Flores Timur Hero Maran, menyatakan peristiwa terjadi saat kunjungan Menteri Sosial (Mensos) yang pertama.

Dikutip dari website Kemensos RI, saat itu Mensos RI diagendakan akan mengunjungi Posko di MAN 01 Waiwerang Adonara, sehingga truk pengangkut paket bantuan meluncur ke lokasi terlebih dulu dengan pertimbangan saat Mensos tiba barang sudah tersedia di lokasi bencana, Jum’at (16/04/21).

Namun Mensos pun batal hadir dan truk kembali ke posko utama di Kantor Kecamatan Adonara Timur dengan tujuan barang akan dipilah dan didistribusikan sesuai kebutuhan, karena di lokasi tersebut hanya terdapat 175 jiwa yang mengungsi.

Paket bantuan yang dibawa dalam truk memang sangat banyak, sehingga jika diturunkan semua akan berlebih. Sementara di lokasi lain juga banyak yang sangat membutuhkan dengan berbagai bantuan tersebut.

Setelah itu, di Posko MAN saat itu juga mendapatkan distribusi bantuan sosial (bansos) dari Kemensos sebanyak 4 kali, yaitu pada Rabu (7/4//2021), Kamis (8/4/2021), Sabtu (10/4/2021) serta Minggu (11/4/2021).

Dalam hal ini, Kemensos RI telah menorehkan prestasi terkait upaya penanggulangan dan penanganan pasca terjadi bencana di belahan bumi Nusantara berjibaku dengan elemen bangsa lainnya. Seperti BNPB, TNI-Polri, Basarnas, serta Pemda dengan segenap daya, yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penanganan bagi korban bencana di sana.

Memang tak dapat dipungkiri, di lapangan itu dinamis dan normal serta lumrah. Namun, yang terpenting yaitu Kemensos hadir dan ingin memastikan para korban bencana mendapatkan kebutuhan dasar, seperti permakanan dan logistik.**

Sumber : Biro Humas Kemensos RI.

Artikel sebelumyaSayyid Agil Balon Katua KNPI Kota Sukabumi Usungan Tidar, Mundur Dari Perhelatan ?
Artikel berikutnyaLima Rumah Hangus Terbakar di Sukabumi