Ali Imron : Peta Teroris Indonesia Mengerikan, Tapi Densus 88 Berhasil Menjinakan

260
Ali Imron : Peta Teroris Indonesia Mengerikan, Tapi Densus 88 Berhasil Menjinakan
Eks pelaku bom Bali satu Ali Imron. FT ISTW
JAKARTA,banten.indeksnews.com – Ali Imron Hanya butuh waktu dua jam saja seseorang bisa menjadi teroris. Sebut eks pelaku bom Bali satu . Ali menceritakan, saat meledakan bom. Dirinya menargetkan bahwa warga Amerika, Australia dan Eropa adalah musuh dari teroris. Ledakan bom itu besar, karena beratnya puluhan dan ratusan ton. Ratusan jiwa jadi korbannya. Saudara dari Amrozi (pelaku bom bali yang dihukum mati) mempelajari dan bisa merakit bahan peledak, dari medan tempur di Filipina dan Afghanistan. Saat itu, internet belum selancar sekarang. Yang bisa mempelajari perakitan bom di media sosial.

Saat ini, Ali Imron telah bertaubat dan boleh disebut eks teroris yang mencintai NKRI. Pertobatan Ali dari teroris membuahkan hasil. Banyak pemikirannya bermanfaat bagi berbagai kalangan yang cinta Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945.

Mendengar, melihat serta mengamati aksi teroris akhir-akhir ini. Sebut bom Makasasar dan Mabes Polri. Ali Imron bersyukur aksi teroris itu berskala kecil. Bisa ditangani dengan baik oleh Tim Densus 88. Jaringannya pun sudah diamankan dan ditangkap.

Walaupun skalanya kecil, tapi peta penyebaran terorisnya cukup besar, kata Ali dalam acara bertajuk Tangkas Teroris secara virtual, Jumat (16/4/2021).

Ali menjelaskan, bahwa pada dasarnya teroris itu menginginkan terjadinya kerusuhan. Dari situlah jihadis sangat besar melakukan aksinya.

Ali juga memberikan solusi dalam menangkis teroris, yaitu memotong hubungan antara satu teroris dengan teroris lainnya. Bukan hanya menelusuri penyebaran paham radikalisme melalui aplikasi pesan instan saja, jelas narapidana teroris yang masih menjalani hukuman akibat perbuatannya dan sudah bertemu dengan keluarga korban bom bali 1.

BACA JUGA:  Aliansi BEM Sukabumi Pelototi Kebijakan Pemda Kota dan Kabupaten Sukabumi Selang Keputusan Perpajangan PPKM
Artikel sebelumyaPersib Bandung 2-1 PSS Sleman: Maung Selangkah Lagi ke Final
Artikel berikutnyaBinomo jadi salah satu domain situs web Dari 105 Situs Investasi Bodong Yang Di Blokir Bappebti