Masih Bicara Tentang Kemana Aliran Dana BLBI ?

176
Masih Bicara Tantang Kemana Aliran Dana BLBI ?
Melacak Dana BLBI ft ilustrasi
JAKARTA, Banten.indeksnews.com- Masih Bicara Tentang kemana aliran dana BLBI. Dengan pembuktian terbalik, kita pun bertanya, kenapa sekarang bahkan Menteri Terawan tidak bisa masuk ke dalam anggaran BPJS.

Istilahnya kata urang sunda, jangan mengurus ikan yang sudah mati melainkan ikan hidup. Karena ikan yang sudah mati tidak bisa diapakan, nah itu satu pribahasa menjelaskan Apakah Masih bicara Tentang Aliran Dana BLBI?

Sekarang grup Saratoga itu penguasa dan sekaligus pengusaha mulai dari Jusuf Kala, Menteri BUMN sebelumnya Rinso atau Rini Soemarno juga mantan Astra group kemudian menjadi Saratoga. Apalagi sekarang ada 3 serangkai Sandiaga Uno, Erick tohir dan Muhammad Lutfi. Mereka dulunya satu grup Saratoga bersama Boy Tohir. Masih Bicara tentang kemana aliran dana BLBI makanya tidak ada alasan bagi Presiden Jokowi untuk melacak BLBI.

Tiadanya satu lembaga negara yang mengawasi dan mendalami atau mengontrol mereka abai. Coba Perhatikan KPPU itu sudah memvonis Astra Honda Motors dan Yamaha @ Rp 25 milyar sampai pengadilan berikutnya monopoli oli di Astra Honda Motors mereka abai. Cuek Kafilah berlalu.

Terjadi oligopoli pasar. Sehingga di antara mereka akhirnya terjadi saling blok. Saat Lippo mau mengejar Kymco matic di blok. Sekarang saat Viar launching electric, sama saja. Gesits electric pun sama. Tesla pun menyadari.

Pada saat terjadi oligopoli pasar, misalnya pengembang properti merasakan stigma buruk alergi masjid. Setiap kali tarawih diberikan tenda. Akibatnya seperti teori Ciputra, purchase power pengembang terbatas. Satu pondok indah pun stagnan. Kelapa gading sudah stagnan.

Anda bayangkan Bagaimana Sinarmasland? Tanah seluas kabupaten Tangerang Raya macet. Seharusnya dibangun pasar terbuka, jangan eksklusif seperti non muslim. Akibatnya macet. Harusnya dibuka cluster baru islamic village menumbuhkan pasar secara nyata. Ini contoh yang dilakukan USA pasar kapitalis dibuka di Asia dan Tiongkok

BACA JUGA:  RSDC Wisma Atlet Kemayoran Rawat 5.812 Pasien Covid-19, Nyaris Penuh

Dapatkan e-book Supremacy kapital
Ir Goenardjoadi Goenawan MM

https://drive.google.com/file/d/1ae5yoP2bPb5dYQ-XkYzRyjfwByT7CZP-/view?usp=drivesdk
Ini file PDF bisa diupload ke berita The phenomenon (2)