Gubernur Banten Wahidin Halim, Dukung Kejati Usut Kasus Korupsi Dana Hibah

176
Gubernur Banten Wahidin Halim, Dukung Kejati Usut Kasus Korupsi Dana Hibah
Wahidin Halim Gubernur Banten di rumah Dinas
SERANG, banten.indeksnews.com- Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mendukung upaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten yang telah menetapkan ES sebagai tersangka atas kasus pemotongan dana hibah bagi Pondok Pesantren (Ponpes) di Banten yang nilainya mencapai Rp117 miliar.

“Kita mendukung langkah-langkah Kejaksaan, biar semuanya jelas, semua transparan. Biar semuanya nanti tidak mengulangi perbuatan itu. Ini dalam rangka melawan korupsi. Kita cegah, kita lawan, kita berantas korupsi yang ada di Banten. Itu kan komitmen saya,” tegas Gubernur Banten saat memberikan keterangan di Rumah Dinas, Senin, 19 April 2021.

Gubernur Banten menyerahkan sepenuhnya kepada Kejati Banten untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemotongan dana hibah Ponpes, dan menangkap seluruh orang yang terlibat agar dihukum sesuai dengan perbuatannya.

“Sekali lagi saya sangat tidak terima dan tersakiti dengan tindakan ini, walaupun kita tidak tahu ini melibatkan PNS atau tidak, karena yang kemarin ditangkap itu, dia bukan oknum PNS ataupun Kesra,” kata Wahidin Halim.

“Saya rasa ini memang harus dituntaskan, dan saya bersyukur kita bisa tuntaskan ini. Kita bisa dapatkan orang-orang yang terlibat agar bisa dihukum. Karena bukan nilai besar kecilnya, tapi lebih kepada syahwatnya yang tidak punya nurani, dan tidak punya hati. Saya ucapkan terimakasih kepada Kejaksaan, terimakasih banyak, semangat untuk memberantas korupsi di Banten,” tandas Wahidin Halim.

Meski mengaku bersyukur atas terkuaknya kasus ini, namun Gubernur mengaku heran terhadap tersangka yang dengan tega memotong dana hibah yang Provinsi sediakan khusus untuk Pesantren dan Kiyai. Perbuatan tersebut menurutnya, bukan hanya bertentangan dengan hukum tetapi sangat tidak bermoral.

“Bukan hanya sekedar melanggar hukum, tapi secara moralitas ko tega-teganya duit Pak Kiayi. Buat Pak Kiayi, atas inisiatif Gubernur dan sebagai bentuk penghargaan Gubernur kepada Kiyai dengan seenaknya dipotong atau enggak kasih. Itu tidak amanah, itu perbuatan dzolim, saya enggak terima,” kata Gubernur.

BACA JUGA:  Realisasi Dana Covid Banten 27,70 Persen, Insentif Nakes 56,07 Persen

Padahal, kata Gubernur, seharusnya semua bisa menahan diri untuk tidak mengambil hak milik orang lain, terlebih saat ini tengah memasuki bulan Ramadhan yang seharusnya dijadikan sebagai momentum untuk bisa mengendalikan diri dari keserakahan.

“Tiap tahun kita puasa Ramadhan. Kita dilatih untuk mengendalikan diri kita, syahwat kita, hawa nafsu kita, kita dilatih untuk tidak menjadi serakah. Saya pikir itu kan pesan-pesan secara esensial dari puasa Ramadhan, harus kita implementasi dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Wahidin Halim.

Artikel sebelumyaCuri Motor, Dua Manusia Silver Diringkus Polisi
Artikel berikutnyaAirin Rachmi Diany: Saya Berterima Kasih Untuk Semuanya, Dalam 10 Tahun Pengabdian, Anak dan Orang Tua Menjadi Penyemangat Saya.