Pemprov Jabar Yakini borongdong.id, Bisa Bangkitkan Pelaku UMKM dan Ekraf Yang Sempat Terpuruk

225
BANDUNG,banten.indeksnews.com-Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus berinovasi dan berupaya untuk menyelamatkan keterpurukan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pelaku Kreatif (Ekraf) ditengah pandemi Covid-19.

Upaya Pemprov Jabar dalam membangkitkan para UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf), yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19 yang melanda. Salah satunya dengan inovasi Marketplace yang dikucurkan dengan sebutan borongdong.id.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Dedi Taufik mengatakan, Inovisi yang dikucurkan ini untuk mengajak bangkit para pelaku UMKM dan Ekraf untuk memasarkan produk hasil pelaku UMKM dan Ekraf dan menjadi mitra borongdong.id.

“borongdong.id ini akan ada banyak manfaat yang bisa diambil oleh para pelaku UMKM dan Ekraf di Jabar, kalau bergabung salah satunya kepastian akan pembeli setelah bergabung didalamnya,” kata Dedi Taufik, Rabu (21/04/21).

Selain kepastian pembeli atau pasar, Lanjut Dedi, ada sejumlah keuntungan lainnya yang akan didapatkan para pelaku UMKM dan ekraf yang bergabung. Diantaranya tidak perlu memiliki toko offline dan dengan barang secukupnya sudah dapat berjualan di borongdong.id.

“Kedua, tidak perlu repot mencari pembeli karena borongdong.id menargetkan pembeli yang memiliki daya beli baik. Ketiga, tidak perlu mengurus pengiriman dan menanggung biaya karena sudah termasuk fasilitas sistem,” beber Dedi.

Pemprov Jabar
Aplikasi borongdong.id bangkitkan para usaha UMKM dan Kraf.

Kemudian, kata Dedi target Pemprov Jabar dalam dikucurkannya inovasi Marketplace borongdong.id pelaku usaha akan merasakan proses jualannya dengan praktis, cepat, dan mudah.

“Keamanan produk pun terjamin, transaksi yang mudah dan efektif tentunya. Kami juga bekerja sama dengan pengiriman paket dan ekspedisi yang terpercaya dan cepat,” tegas Dedi

Dedi menjelaskan, ada sejumlah syarat dan ketentuan yang mesti dipenuhi pelaku UMKM dan ekraf untuk menjadi mitra borondong.id. Diantranya syarat dan ketentuan itu menjadi landasan dalam penyaringan.

Syarat dan ketentuannya yakni pelaku UMKM dan ekraf sebagai produsen/distributor pertama, identitas dapat diverifikasi, berdomisili di Jabar, mampu memberikan harga yang kompetitif, dan bersedia untuk mengirim produk ke fulfillment center.

“Health, herbal, dan beauty product harus memiliki izin Badan POM. Untuk produk percetakan buku, harus memiliki izin ISBN,” jelas Dedi.

Sedangkan lanjut Dedi, untuk produk elektronik mesti memiliki deskripsi dan spesifikasi yang jelas dan nomor seri yang dapat teridentifikasi. Kemudian, produk fesyen harus desain orisinil atau bukan bajakan.

“Untuk produk makanan dan minuman, sebaiknya memiliki expired date lebih dari enam bulan dan sudah memenuhi PIRT/BPOM. Jika memenuhi syarat dan ketentuan di atas, pelaku UMKM dan ekraf dapat mengunjungi mengunjungi link bit.ly/daftarborong untuk pendaftaran,” tandas Dedi.

Pemprov Jabar
Foto Dokumentasi : Kantor DPKUKM Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu Kepala DPKUKM Kabupaten Sukabumi Ardiana mengapresiasi inovasi yang dimiliki borondong.id, tentunya setelah dipelajari banyak memberikan keuntungan dan kemudahan dalam meningkatkan pelaku UMKM dan Ekraf di Sukabumi.

“borondong.id ini salah satu pilihan bagus dan efektif untuk peningkatan ekonomi usaha para UMKM dan Ekraf di Jabar juga di Sukabumi. Inovisi ini perlu ditekuni dan digiatkan agar semua bisa dirasakan keuntungan yang diperoleh setelah bergabung di borondong.id,” tandas Ardiana. **(Hms/Dkip).

Artikel sebelumyaDisperkim Jabar Mengintegrasikan Seluruh Perangkat Laksanakan Kinerja Sesuai Target dan Tepat
Artikel berikutnyaProyek Pembangunan KEK di Kabupaten Sukabumi dan Bogor, Bakal Memicu Lapangan Pekerjaan Untuk Ribuan Orang