BNN Bongkar 5 Jaringan Narkoba, 212 Kg Sabu Disita

133
BNN Bongkar 5 Jaringan Narkoba, 212 Kg Sabu Disita
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Petrus Reinhard Golose saat jumpa pers di kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur ft istw
JAKARTA,banten.indeksnews.com- BNN Badan Narkotika Nasional berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis sabu dan ekstasi dari lima kasus jaringan Dumai-Madura. Sebanyak ratusan kilogram sabu dan belasan ribu butir ekstasi disita petugas.

“Bersama Bea Cukai, BNN berhasil mengungkapkan 2 kasus dari total 5 kasus tindak pidana narkotika dengan total barang bukti 212,39 kilogram sabu dan 19.700 butir ekstasi,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Petrus Reinhard Golose saat jumpa pers di kantor Badan Narkotika Nasional, Jakarta Timur, Rabu (21/4/2021).

Petrus Kepala BNN menyampaikan total ada 13 orang tersangka dalam kasus tersebut. Dari hasil barang bukti yang disita, Petrus menyebut barang haram tersebut berasal dari golden triangle yang diedarkan melalui jalur laut.

“Kemudian untuk total tersangka yang ada di sini dan saya baru cross check ada 13 tersangka. Kalau kita lihat kecenderungan yang ada sekarang barang bukti ini, barang bukti yang berasal dari golden triangle. Ini kita juga bekerja sama dengan rekan-rekan kita yang berada dalam jalur-jalur laut ya, kita lihat banyak pengungkapan ini banyak jalur laut dan berada di wilayah atau di daerah Timur baik dari pulau Sumatera maupun dari wilayah Barat dan wilayah Timur daerah Kalimantan,” ujarnya.

Petrus mengatakan dalam pengungkapan jaringan ini, juga ada jaringan di lembaga permasyarakatan (Lapas). Para napi narkoba yang telah divonis hukuman mati kata Petrus, masih mengembangkan jaringannya yang berada di luar Lapas.

“Ada (jaringan Lapas) terutama yang disita di Aceh ya yang disampaikan itu juga berhubungan. Jadi sebenarnya banyak dari mereka yang sudah mendapat hukuman mati sehingga mereka tetap mencari jalan jaringan-jaringan. Kita bekerja sama luar biasa dengan Dirjenpas itu bagaimana kita tetap, bukan berarti dari lapas dikirim, tapi yang bersangkutan masih menggunakan jaringannya, walaupun mereka masih dalam atau berada di dalam lapas,” imbuhnya.

BACA JUGA:  Atlitnya Tak Berprestasi Dananya Di Korupsi, Begini Reaksi Warga Tangsel