Diduga Sebanyak 716 Pesantren Fiktif Masuk Daftar Penerima Hibah Banten 2021

282
Diduga Sebanyak 716 Pesantren Fiktif Masuk Daftar Penerima Hibah Banten 2021
Tersangka ES diduga oknum lapangan yang melakukan pemotongan hibah di Kejati Banten
SERANG,banten.indeksnews.com –  Diduga sebanyak 716 pesantren fiktif .Pengelolaan dana hibah untuk pesantren jadi sorotan setelah adanya penyidikan dari Kejati Banten. Untuk hibah tahun 2021 yang dananya belum dicairkan.

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Gunawan Rusminto. Ia menjelaskan, total penerima hibah untuk tahun 2021 sebanyak 4.042 pesantren. Sebagai tahap awal verifikasi, pihaknya sudah menemukan ada diduga sebanyak 716 pesantren dengan daftar  yang bisa dikatakan fiktif.

“Bisa dikatakan (fiktif), itu yang tidak akan kita terima untuk administrasi pertama, berikutnya kita cek kembali faktual ke lapangan untuk jelasnya yang diduga sebanyak 716 pesantren,” kata Gunawan kepada wartawan di Serang, Rabu (21/4/2021).

716 pesantren fiktif ini terdiri dari double pencatatan sebanyak 514 dan sisanya adalah pesantren yang tidak memiliki izin operasional. Dua kesalahan ini bisa membuat pesantren tidak menerima bantuan hibah.

Berdasarkan saran dari Kejati Banten dan gubernur, pihaknya memang harus melakukan verifikasi faktual untuk penerima hibah pesantren. Termasuk apakah pesantren di lapangan memiliki izin operasional. Ini dilakukan karena adanya penyidikan dari Kejati Banten soal hibah pesantren untuk tahun 2020.

Hibah ponpes 2021 oleh Pemprov Banten dianggarkan Rp 161 miliar. Alokasi anggaran per pesantren naik menjadi Rp 40 juta dan diberikan ke 4.042 pesantren se-Banten.

Kejati Banten sendiri telah menetapkan satu tersangka ES diduga oknum lapangan yang melakukan pemotongan hibah pesantren tahun 2020. Di tahun itu, pesantren mendapat Rp 30 juta dengan total anggaran Rp 117 miliar. Kejari mengaku mencari calon tersangka lain untuk kasus korupsi ini.

BACA JUGA:  Polda Banten Sita 24.000 obat-obatan daftar G saat Patroli PPKM
Artikel sebelumyaPray For KRI Nanggala-402, Lantamal VI laksanakan apel khusus
Artikel berikutnyaGubernur Banten Instruksikan Bupati/Walikota Sosialisasikan Peniadaan Mudik, PKPM Diperpanjang