Presiden Jokowi Tinjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Akan jadi yang terbesar di Asia Tenggara

339
Presiden Jokowi Tinjau Kawasan Industri Terpadu Batang, Akan jadi yang terbesar di Asia Tenggara
Presiden Jokowi kembali mengunjungi KIT Batang JAWA TENGAH .
JAWA TENGAH, banten.indeksnews.com- Presiden Jokowi kembali mengunjungi KIT Batang yang berlokasi di Desa Ketanggan, Kec. Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Rabu, 21 April 2021, setelah pada 30 Juni 2020 lalu melakukan peninjauan rencana kawasan. Dalam kunjungan kali ini, Kepala Negara memantau perkembangan dari pembangunan kawasan itu.

“Siang hari ini saya mengecek kesiapan dari Kawasan Industri di Batang ini karena nanti di Bulan Mei akan ada
groundbreaking, peletakan batu pertama, untuk industri kaca.” Kata Presiden Jokowi.

mungkin akan jadi yang terbesar di Asia Tenggara,” ujar Presiden Jokowi dalam pernyataannya di lokasi. Nantinya, KIT Batang akan dihuni oleh perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan relokasi dan investasi ke Indonesia.

Sejumlah perusahaan multinasional diketahui telah berkomitmen untuk berinvestasi di kawasan tersebut, antara lain perusahaan baterai asal Korea Selatan LG Chem,produsen kaca asal Korea Selatan KCC Glass Corporation,produsen pipa plastik asal Belanda Wavin, dan perusahaan keramik.

Pemerintah menyiapkan kurang lebih 4.300 hektare lahan bagi pengembangan kawasan. Pada fase pertama, 450 hektare disiapkan untuk membangun tiga zona, yakni manufaktur dan logistik, inovasi dan ekonomi kreatif, serta industri ringan dan menengah.

“Ini adalah kawasan industri di Batang yang nantinya akan dikerjakan seluas 4.300 hektare. Sekarang telah disiapkan dan hampir selesai 450 hektare yang akan dipakai untuk investasi-investasi terutama yang berkaitan dengan teknologi,” kata Presiden.

Dan akses jalan baik di dalam, dari, maupun menuju kawasan industri tersebut. Kawasan industri tersebut dikembangkan selain utk menjadi salah satu tumpuan pengembangan industri di Indonesia, jg memberi kesempatan kerja yg seluas2nya bagi setidaknya 250.000 tenaga kerja setempat akan terserap.

Lebih jauh, kawasan tersebut juga diharapkan dapat mendatangkan investasi sebesar Rp41,8 triliun di fase pertama sekaligus menjadi program prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kita harapkan ini akan menyerap tenaga kerja yang sebanyak-banyaknya, memberikan peluang pekerjaan yang sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya, dan ada arus modal masuk ke negara kita yang ini akan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional kita,” tutur Kepala Negara.

Kepala Negara menegaskan akan selalu memantau pembangunan kawasan tersebut secara rutin mengingat daya saing yang dimiliki kawasan serta merupakan percontohan bagi kawasan-kawasan industri serupa yang nantinya akan dikembangkan baik di Jawa maupun luar Jawa.

Hadir dalam peninjauan tersebut ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Batang Wihaji.

Artikel sebelumyaDisnaker Kota Bekasi Memberikan Izin Kepada Perusahaan Untuk Pemberian THR Secara Bertahap
Artikel berikutnyaMasih Melacak Jejak BLBI ,Logical fallacy dalam Melacak jejak BLBI