Polisi Bongkar Prostitusi Anak di RedDoorz Tebet, Tetapkan 7 Orang Jadi Tersangka

420
Polisi Bongkar Prostitusi Anak di RedDoorz Tebet, Tetapkan 7 Orang Jadi Tersangka
RedDoorz Plus, di Tebet, Jakarta Selatan ft istw
JAKARTA,banten.indeksnews.com- Polisi membongkar praktik prostitusi online anak dibawah umur di RedDoorz Plus, di Tebet, Jakarta Selatan. Ada sebanyak 15 orang yang diamankan saat digrebek petugas, dan ada pula yang kepergok tengah berhubungan intim.

“Lima belas orang diamankan Polisi, (di antaranya) 8 orang wanita. (Saat diamankan) ada yang di kamar, ada yang main dengan pelanggan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/4/2021).

Dari 15 orang yang diamankan Polisi, 4 diataranya merupakan anak dibawah umur yang dieksploitasi secara seksual. “Rata-rata di bawah 17 tahun dan korbannya juga di bawah umur. Empat orang kita kembalikan ke orang tuanya,” ujarnya.

Yusri mengatakan, penggerebekan terhadap tempat penginapan itu dilakukan petugas setelah mendapat laporan masyrakat yang resah dengan adanya praktik prostitusi di RedDoorz Plus, Tebet.

“Memang ada laporan dari masyarakat bahwa ada kegiatan prostitusi online melibatkan anak di bawah umur lewat medsos,” jelasnya.

Pengungkapan kasus ini dilakukan polisi pada Rabu (21/4), sekira pukul 23.00 WIB. Polisi turut menyita barang bukti berupa uang Rp600 ribu, kondom, hp, dan laptop. Dalam menjalankan aksinya, pelaku menjajakan anak dibawah umur ke pria hidung belang melalui aplikasi media sosial.

Sejauh ini, penyidik telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka berperan sebagai mucikari hingga Joki. “(Statusnya) iya tersangka, karena (korban) anak di bawah umur. Tujuh orang muncikari dan joki, ini juga anak di bawah umur juga,” kata Yusri.

Polisi juga memeriksa pemilik tempat peningapan itu, guna mendalami ada tidaknya keterlibatan. “Pemilik masih didalami keterlibatannya,” imbuhnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbutannya, para pelaku terancam dijerat Pasal 76 juncto Pasal 88 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan/atau Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan/atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

Artikel sebelumyaPelanggaran Berat Dua Oknum KPK, Bukti Pegawai KPK Bukan Malaikat dan Ada Masalah Selama Ini
Artikel berikutnyaIPW Indonesia Police Watch : KPK Harus Tampilkan Oknum AKP SR Pemeras Walikota Ke Publik Biar Rakyat Tau