LKN lembaga kajian nawacita : Mantan ketua DPR MPR Periode 1978-1983, Daryatmo Terima Anugerah Satya Lencana dari Presiden Jokowi

313
LKN lembaga kajian nawacita : Mantan ketua DPR MPR Periode 1978-1983, Daryatmo Terima Anugerah Satya Lencana dari Presiden Jokowi
Ketua LKN Lembaga Kajian Nawacita .Samsul Hadi selaku Ahli waris dari Jend. TNI (Purn.) Daryatmo menerima penghargaan dari Djoko Irianto Kepala K2KRS FT BIN
BOGOR, banten.indeksnews.com-  LKN Lembaga Kajian Nawacta Ketua Samsul Hadi selaku Ahli waris dari  Jend. TNI (Purn.) Daryatmo menerima dari Presiden RI Joko Widodo melalui Menteri Sosial Tri Rismaharini menganugerahkan Tanda Kehormatan Satya Lencana Perintis Kemerdekaan  mantan Ketua DPR MPR RI periode 1978-1983, Jend. dan 21 orang lainnya.

“Terima kasih Penganugrahan diberikan kepada pendiri atau pemimpin pergerakan kebangsaan yang berjasa dalam perintis kemerdekaan Indonesia.” Ujar Samsul Hadi Ketua LKN Lembaga Kajan Nawacta.

“Kami dari LKN Lembaga Kajian  Nawacita selama ini mencontoh pemberian Penghargaan ini seperti berupa Lukisan Lukisan Tokoh sebagai rasa terima kasih kepada tokoh bangsa.” Imbuh Samsul Hadi Ketua LKN Lembaga Kajian Nawacita pada Media di Bogor.

“Selamat dan sukses kepada penerima Satya Lencana tahun 2021. Semoga jadi inspirasi bagi masyarakat dan selalu berkontribusi dalam pembangunan kesejahteraan sosial di Indonesia,” ucap Djoko Irianto Kepala Direktorat Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial (K2KRS), Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Ditjen Dayasos), Kemensos RI mewakili Menteri Sosial Tri Rismaharini di Monumen dan Museum PETA, Bogor (23/04/2021).

Ketua LKN lembaga kajian nawacita Samsul Hadi Paling Kiri berpose bersama Para Penerima Penghargaan ft stw
Ketua LKN lembaga kajian nawacita Samsul Hadi Paling Kiri berpose bersama Para Penerima Penghargaan ft stw

Menurut Djoko dengan penganugrahan tersebut, diharapkan para perintis kemerdekaan tidak sekedar selambar kertas.

“Perintis telah berjuang untuk bangsa dan negara mempertaruhkan nyawa. Tak bisa seperti ini tanpa perjuangan mereka. Jangan merasa cukup dengan selembar kertas, berikanlah semaksimal kita bisa,” kata Risma yang dibacakan Djoko.

Mensos menilai, dampak perjuangan para perintis tidak jarang harus kehilangan salah satu anggota tubuh, kehilangan pendengaran, bahkan harus kehilangan nyawa.

“Semangat perintis kemerdekaan yang luar biasa harus terus diingat, dirawat serta dikenalkan kepada generasi muda bangsa agar menjadi inpsirasi dalam mengisi kemerdekaan, yang telah ditebus dengan darah dan air mata,” katanya.

BACA JUGA:  Gubernur Banten Serahkan Hadiah Sayembara Tugu Pamulang

Penganugerahan ini tertuang dalam Kepres No. 7/TK/Tahun 2021, tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satya Lencana Perintis Kemerdekaan tanggal 11 Februari 2021.

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut antara lain Kemensos yang diwakili oleh Direktur K2KRS (Kepahlawanan Keperintisan Kesetiakawanan dan Restorasi Sosial) Djoko Irianto, Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Kepala Dinas Sejarah Angkatan Darat Brigjen TNI Rahmat Setio Wibowo, dan Ketua YAPETA (Yayasan Pembela Tanah Air) Tinton Soeprapto serta para ahli waris para penerima Satya Lencana.

“Samsul Hadi sebagai ahli waris Jend. TNI (Purn) Daryatmo berharap anugerah ini bisa memberikan tauladan bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan bangsa dan tetap memiliki semangat perjuangan demi nusa dan bangsa menuju kesejahteraan rakyat.” pungkasnya.

Artikel sebelumyaRahman Sabon Pengamat Militer: Terdapat Dugaan KRI Nanggala 402 Disabotase
Artikel berikutnyaPodium Lapang Kibitay Sukabumi Terancam Roboh, Taman Renyah Terancam Nasib Yang Sama