Kapolda Banten Keluarkan Peringatan Keras Untuk Penambangan Liar, Ini Pesan Aki Pulung Tokoh Masyarakat Baduy Dalam

129
Kapolda Banten Keluarkan Peringatan Keras Untuk Penambangan Liar, Ini Pesan Aki Pulung Tokoh Masyarakat Baduy Dalam
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto ft istw
SERANG, banten.indeksnews.com- Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto mengeluarkan peringatan semua aktivitas tambang, baik tradisional maupun berskala usaha, sudah seharusnya memedomani peraturan perundang-undangan serta etika lingkungan hidup.

Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto menyatakan perang terhadap semua aktivitas tambang yang dilakukan secara melawan hukum di wilayahnya terutama pelaku tambang liar yang tidak mengikuti aturan di kawasan hutan lindung serta perizinannya dapat dipidana. “Patut diancamkan pula oleh seluruh warga, jika melakukan aktivitas tambang di suatu lingkungan jangan hanya mempertimbangkan faktor ekonomi atau keuntungan materi semata dari hasil menambang,” jelasnya, Sabtu (24/4/21)

Jenderal Bintang Dua tersebut menegaskan, jika melakukan aktivitas tambang di suatu lingkungan jangan hanya mempertimbangkan faktor ekonomi atau keuntungan materi semata dari hasil menambang. “Pada saat yang sama perhatikan dampak sosial dan faktor ketergantungan mahluk pada alam dan masa depan generasi mendatang,” jelas Kapolda Banten.

Dengan demikian, Kapolda yakin, tidak akan terjadi tindakan secara eksploitatif terhadap alam. “Untuk itu, taati hukum dan arif-lah. Ada etika lingkungan hidup. Itu semua demi keseimbangan alam bagi kehidupan sesama mahluk,” terang Kapolda.

Irjen Pol Rudy Heriyanto meminta para pelaku penambangan liar bijak dan melihat kerusakan yang diakibatkan. Kapolda berharap dengan peringatan tersebut, para penambang dapat menaati hukum. “Untuk itu, taati hukum dan arif-lah. Ada etika lingkungan hidup. Itu semua demi keseimbangan alam bagi kehidupan sesama mahluk,” jelasnya.

Aki Pulung Tokoh Masyarakat Baduy Dalam ft istw
Aki Pulung Tokoh Masyarakat Baduy Dalam ft istw

Aki Pulung, Masyarakat Adat Baduy Dalam, Kabupaten Lebak, Banten, menangis setelah mengetahui hutan keramat mereka dirusak oleh penambang emas liar. Luas lahan yang rusak mencapai dua hektar.

Hutan keramat tersebut merupakan sumber mata air yang dijaga secara turun-temurun. Kawasan Hutan ini adalah hulu sungai-sungai penting di Kab. Lebak, Banten, yakni Sungai Cibarani, Ciliman, Ciujung, dan Sungai Cibaso.

BACA JUGA:  Sungai Citarum Meluap Banjir Rendam Kabupaten Bandung

Pesan Aki Pulung, warga Masyarakat Adat Baduy Dalam:

Kepada Pemerintah, kami mendapat amanat dari Leluhur kami untuk menjaga gunung tidak dirusak, hutan tidak dirambah, sekarang terbukti Gunung Liman.

Kami minta Pemerintah ikut menjaga Gunung Liman, kami meminta Pemerintah untuk menutup kegiatan ini, jangan dilanjutkan.