Hutan Adat Suku Baduy Dirusak, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Sayangkan Aparat Bergerak Lamban

308
Hutan Adat Suku Baduy Dirusak, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Sayangkan Aparat Bergerak Lamban
Warga Baduy ft ilustras
LEBAK, banten.indeknews.com- Hutan adat suku Baduy Dirusak. Baru -baru ini dalam sebuah video, warga Baduy menunjukkan kesedihannya lantaran tanah larangan di Gunung Liman yang berada di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, dirusak dengan aktivitas penambangan emas ilegal.

Nah, karena kejadian tersebut banyak pihak menyoroti keluhan warga Suku Baduy yang hutan adatnya dirusak penambang emas liar, apalagi para penambang tersebut termasuk oknum Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) atau gurandil.

Salah seorang pejabat yang terusik dengan hal ini adalah Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, yang memberikan perhatian khusus terhadap kepedihan Suku Baduy yang viral di media sosial tersebut. Dirinya menyayangkan budaya dan kearifan lokal harusnya dipelihara, termasuk tanah ulayatnya dijaga dan dilestarikan, bukan malah dirusak seperti Hutan adat suku Baduy.

“Di daerah Baduy, kasus penambangan liar sudah terjadi sejak lama, dan sudah sangat meresahkan masyarakat. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,” katanya pada Senin (26/4/2021).

Walaupun polisi sudah menutup penambangan emas ilegal di Gunung Liman yang dianggap sakral bagi warga Suku Baduy, namun LaNyalla menyayangkan kurang gesitnya pihak kepolisian menghentikan aktivitas ilegal yang merugikan tersebut.

“Penambangan ilegal ini kan menyebabkan kerusakan lingkungan yang berakibat terjadinya bencana longsor dan banjir. Setelah viral baru polisi gerak cepat. Kita harap ke depan jangan menunggu keluhan dulu, tapi harus ada antisipasi,” tegasnya.

Sebanyak 5 orang telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka yang merupakan satu jaringan mulai dari pelaku penambangan, pengolah, hingga pemasok merkuri. Para gurandil diketahui datang dari daerah yang berdekatan dengan Gunung Liman. Mereka merupakan oknum yang salah menafsirkan tanah adat sehingga perlu dilakukan langkah-langkah persuasi.

BACA JUGA:  Pemerintah Segera membuka fitur aplikasi PeduliLindungi

Ia juga menambahkan, “Dengan ditangkapnya pelaku perusak hutan dan penambang emas ilegal di Hutan Adat Suku Baduy, pelaku harus diberikan hukuman yang berat, serta diharapkan memberikan efek jera bagi perusak lainnya.”

“Pemda bersama pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta pihak kepolisian harus lebih banyak turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi. Ajak tetua dan tokoh adat menginformasikan kepada warganya,” paparnya.

Ia juga meminta kepolisian bersama jajaran Satpol PP dan pengawas hutan untuk sering melakukan patroli. Dengan begitu, oknum-oknum nakal cepat terdeteksi jika melakukan perbuatan terlarang. “Pemkab Lebak harus berfokus pada penyelamatan hutan dan budaya Baduy dari para perusak dan pelaku penambang emas ilegal, karena sudah sangat merugikan masyarakat Baduy,” katanya.

Artikel sebelumyaKejati Banten Periksa 7 Orang Dari Bapenda Banten, Dalami Korupsi Pengadaan Lahan Samsat Malingping
Artikel berikutnyaKejati Banten Tetapkan Dua Tersangka Baru Pegawai Honorer Kesra dan Pengasuh Pondok Pesantren, Dalam Kasus Korupsi Dana Hibah Senilai 117 Miliar