Ratusan Warga Memilih Bertahan Dan Dirikan Tenda di Pinggir Jalan Tol Cimanggis-Cibitung

132
Ratusan Warga Memilih Bertahan Dan Dirikan Tenda di Pinggir Jalan Tol Cimanggis-Cibitung
RATUSAN WARGA JATISAMPURNA BERTAHAN DI TOL ft istw
BEKASI,banten.indeksnews.com – Ratusan warga masih memilih bertahan di pinggir jalan Tol Cimanggis-Cibitung setelah sempat memblokir jalan bebas hambatan itu. Hingga kini pun mereka masih melakukan aksi unjuk rasa di dekat Gerbang Tol (GT) Jatikarya, Kecamayan Jatisampurna, Kota Bekasi, Selasa (27/4/2021).

Kapolsek Jatisampurna, Iptu Santri Dirga mengatakan bahwa ratusan warga yang melakukan  aksi itu merupakan para ahli waris yang lokasi rumahnya akan digusur karena adanya proyek jalan Tol. Sengketa tanah itu sudah terjadi sejak 25 tahun lalu.

”Jadi ini tanah-tanah sengketa antara ahli waris dulu hankam sekarang kemenhan,” kata Kapolsek Jatisampurna di tengah ratusan warga.

Menurut dia, awalnya tanah yang dituntut ganti ruginya seluas 1,6 kilometer itu hanya dihuni oleh 9 kk (Kepala Keluarga). Namun, lama-kelamaan, jumlah rumah yang berdiri semakin bertambah sehingga jumlah warga yang meminta ganti rugii pun semakin bertambah.

Kemudian, proyek jalan tol direalisasikan sehingga warga yang terdampak mengklaim bahwa mereka berhak menerima dana ganti rugi atas pengadaan tanah untuk kepentingan umum.

“Jadi pembangunan jalan tol sudah ada ganti rugi, sudah dititipkan ke pengadilan,” ungkapnya.

Namun, dari PN Bekasi tidak bisa mencairkan dana tersebut karena belum ada surat pengantar dari BPN pusat yang menyatakan bahwasanya tanah tersebut adalah milik warga.

Bahkan, sampai sekarang mereka mengaku dana ganti rugi itu belum diterima. Oleh sebab itu, mereka mengancam akan tetap berada di pinggir tol sampai mendapatkan kejelasan dari pihak BPN maupun PN Kota Bekasi.

”Mereka akan tetap bertahan agar segera dicairkan,” tegasnya.

Aksi tersebut berlangsung secara kondusif meski ratusan warga mendirikan tenda di pinggir tol. Sebagian dari mereka juga berdiri sambil membentangkan spanduk.

BACA JUGA:  PHRI Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Jawa Barat minta pemerintah beri bantuan dan relaksasi izin

Hingga dini hari ini, puluhan warga masih bertahan di pinggir tol guna mendapatkan kejelasan dari BPN maupun PN Kota Bekasi dari protes mereka.

Artikel sebelumyaStok Vaksin COVID-19 Kembali Normal, Menkes Harap Jadi Kado Saat 17 Agustus
Artikel berikutnyaTruk Kontainer Terjun Bebas Dari Tol BSD Akibat Sopir Mengantuk