RT dan RW di Kota Bekasi Akan Kembali Menerima Insentif, Walau Sempat Terlambat

158
RT dan RW di Kota Bekasi Akan Kembali Menerima Insentif, Walau Sempat Terlambat
Honor RT DAN RW DI bekasi Akan cair Ft ilustrasi
KOTA BEKASI,banten.indekanews.com – RT dan RW di Wilayah  Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam waktu dekat sedang berupaya untuk mencairkan bantuan operasional bagi Rukun Tangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di wilayah Kota Bekasi yang sebelumnya sempat terlambat.

Kabag Humas Setda Kota Bekasi, Sajekti Rubiah mengatakan, setiap RT dan RW akan kembali menerima insentif dari pemerintah, namun honor mereka yang didapat tidak sebesar tahun sebelumnya.

Hal tersebut lantaran pemberian insentif disesuaikan dari kemampuan anggaran daerah pada tahun ini. Anggaran honor untuk ribuan pengurus RT dan RW itu berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Bekasi 2021.

Kemudian mengatakan, pencairan honor ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota Bekasi no 58 tahun 2020.

“Dalam waktu dekat akan diberikan kepada para petugas se-Kota Bekasi, namun untuk waktu pencairan bisa sebelum atau sesudah Lebaran, karena proses pencairan sudah masuk di keuangan daerah,” kata Sajekti melalui keterangan tertulis, Senin (26/4/2021).

Sajekti menjelaskan, sebagaimana telah ditetapkan dalam Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor: 149/Kep.16-Tapem/I/2021 tentang pemberian bantuan operasional telah ditetapkan diberikan insentif satu tahun. Untuk RT akan diberikan honor sebesar Rp5 juta dan RW sebesar Rp7,5 juta setiap tahun.

Terkait adanya keterlambatan pemberian insentif ini, kata Sajekti, adanya kendala belum cairnya dana operasional petugas di antaranya berkaitan dengan pelaksanaan anggaran pemberian bantuan operasional RT/RW dilakukan penyesuaian terkait kode rekening penganggaran/ perubahan penjabaran dalam anggaran pada kecamatan.

Perlu diketahui, di Kota Bekasi tercatat ada sekitar 7.086 petugas RT dan 1.013 petugas RW di 56 kelurahan dan 12 Kecamatan Kota Bekasi. Pada tahun 2019 lalu, pemberian insentif kepada RT sebesar Rp1.250.000, insentif RW sebesar Rp1.750.000, kader Posyandu sebesar Rp400 ribu, dan insentif pemuka umat beragama sebesar Rp300 ribu.

BACA JUGA:  Polda Banten Sita 24.000 obat-obatan daftar G saat Patroli PPKM

Kemudian pemelihara rumah ibadah sebesar Rp200 ribu. Uang ini rutin dibayarkan setiap bulannya. Selain itu, insentif kepada pengurus majelis umat beragama tingkat kecamatan sebesar Rp750 ribu, dan pengurus Majelis Umat Beragama tingkat kelurahan sebesar Rp500 ribu. Pengurus, tim PKK, Kader Posyandu dan pendamping berjumlah 16.101 orang.

 

Artikel sebelumyaJenderal TNI (Purn) Moeldoko Akhirnya Duduki Ketua Umum,?
Artikel berikutnyaKementerian PUPR Bersama BUJT Targetkan 19 Ruas Tol Sepanjang 427 Kilo Meter Tuntas Akhir 2021