Densus 88 menemukan benda mencurigakan berupa bubuk putih di eks markas FPI. Tim Gegana Brimob pun dikerahkan.

139
Densus 88 menemukan benda mencurigakan berupa bubuk putih di eks markas FPI. Tim Gegana Brimob pun dikerahkan.
bubuk putih di markas bekas FPI Petamburan ft istw
JAKARTA,banten.indeksnews.com- Densus 88 Tim Detasemen Khusus  Antiteror Polri menemukan empat kaleng bubuk putih saat menggeladah bekas markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, Selasa (27/4).

Densus 88 menemukan bubuk beberapa kaleng, kita panggil beberapa Tim Jibom [penjinak bom] Gegana,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Hengki Haryadi di lokasi.

Kendati begitu, Kapolres Hengki belum membeberkan secara rinci temuan empat kaleng bubuk putih mencurigakan itu.
Karena kata dia, pihaknya dalam hal ini Polres Metro Jakarta Pusat hanya membantu pengamanan proses pelaksanaan penggeledahan yang dilakukan tim Gegana bersama tim Densus 88.“Kami (hanya) backup pengamanan pelaksanaan penggeledahan,” imbuhnya.

bekas markas FPI saat Pengeledahan Ft istw
bekas markas FPI saat Pengeledahan Ft istw

Sebelumnya, Tim Gegana dari tim Detasemen Khusus ( Anti teror Polri melakukan penggeledahan di bekas markas Front Pembela Islam (FPI) yang berlokasi di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2021) sejak sore tadi.

“Sekarang sedang diteliti 4 kaleng bubuk mencurigakan,” kata Hengki. Hingga berita ini ditulis, penggeledahan masih berlangsung. Puluhan personel Polri dan TNI tampak berjaga di sekitar lokasi.

Penggeledahan ini dilakukan usai mantan Sekretaris Umum FPI Munarman diringkus Densus Antiteror di Perumahan Modern Hills Cinangka-Pamulang, Tangerang Selatan sekitar pukul 15.00 WIB.

Munarman diduga menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Pengacara Munarman, Sugito Atmo Prawiro yakin kliennya tak terlibat kasus dugaan tindak pidana terorisme.

“Menurut saya tak pernah ada Munarman terlibat kasus terorisme. Saya enggak tahu ada maksud apa sehingga Munarman ditangkap,” kata Sugito . Selasa (27/4).

Sugito mengatakan para mantan pengurus FPI dan secara organisasional, FPI tak pernah sekali pun terlibat tindak pidana terorisme. Jikalau ada, ia meyakini hanya oknum dan statusnya sekadar simpatisan di daerah-daerah.

BACA JUGA:  SNI Satgas Nawacita Indonesia: Plastik vs Kertas, Keliru Membaca Regulasi Sampah